Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Anak Buruh Pabrik Raih Emas SEA Games dan Berkarier di Eropa

KOMPAS.com - SEA Games 2025 Thailand telah tuntas digelar pada 20 Desember lalu. Namun, kisah para atlet yang terlibat di dalamnya masih sangat menarik untuk dibahas.

Salah satunya hadir dari pemain Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia, Adi Darmawan Leksono.

Cerita Adi menarik untuk diulas lantaran dia menjadi anggota tim yang sukses mengantarkan Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia mempertahankan medali emas SEA Games pada edisi 2025 ini setelah sebelumnya juga menjadi juara pada SEA Games 2023 Kamboja.

Jauh sebelum berkarier di timnas, Adi menceritakan awal perkenalannya dengan olahraga ini.

Dia mengenal hoki melalui Kusnadi, seorang guru olahraga di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Banten. 

"Saya pertama kali punya stik dari pemberian Pak Kusnadi. Saya baru punya stik sendiri dari hasil mengumpulkan uang jajan. Dan, saya menggunakan stik tersebut hingga masuk kuliah gratis dari jalur prestasi," ujar Adi dalam keterangan resmi PP FHI di Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Awalnya, kedua orang tua Adi sempat meragukan kemampuan anaknya bermain hoki. Namun, Adi bisa membuktikan dengan prestasi lewat kerja kerasnya dalam berlatih.

"First time menekuni olahraga hoki awalnya orang tua bilang itu olahraga apa dan bisa apa tidak kamu mainnya? Seperti ayah dan ibu tidak percaya dan meragukan makanya saya terus berusaha dan berlatih sungguh-sungguh," kata Adi.

Meraih Prestasi Hingga Tembus Timnas Hoki

Kesungguhan itu ternyata berbuah manis. Pria kelahiran Jakarta, 22 April 1999 ini perlahan meraih prestasi di daerah, provinsi hingga menembus Timnas Hoki Indoor Indonesia saat berada di bangku kuliah. 

Sejak saat itu, kedua orang tuanya memberikan dukungan penuh dan mendoakan agar dirinya bisa mencapai prestasi tertinggi.

Berkat dukungan dari keluarga dan ketekunannya di olahraga ini, Adi pun mendapatkan kesempatan untuk dipanggil mengikuti pelatnas Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia untuk menghadapi SEA Games 2019 Filipina.

Namun, saat itu dia tidak terpilih membela Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia.

"Saya anggap bukan rezeki apalagi saat itu kondisi keuangan saya tidak mendukung buat mengurus biaya paspor dan visa untuk berangkat ke Eropa menjalani Training Camp," jelas Adi.

Kegagalan tersebut tak membuat anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Budi Leksono dan Ida Munawaroh ini menyerah. 

Adi kembali mendapat tempat untuk latihan persiapan Kejuaraan Hoki Asia Cup 2021. 

Pelatih asal Malaysia Dhaarma Raj yang menangani Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia memberikan kesempatannya tampil pertama kali di ajang internasional. 

Posisi Adi berlanjut sampai membela Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia tampil di SEA Games 2023 Kamboja. 

Mimpi jadi Kenyataan

Di Kamboja, Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia berhasil mencetak sejarah untuk pertama kalinya menyabet medali emas usai mengalahkan juara bertahan Malaysia. 

Bagi Adi, kemenangan ini bagaikan mimpi yang jadi kenyataan. Pada momen itu, dia mengenang perjuangannya sebagai atlet hoki.

"Perasaan saya ketika juara seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Makanya, saya tidak bisa menahan tangisan saya waktu itu karena bahagia dan bisa melewati proses yang begitu panjang," ujar pemain yang berposisi Right Midfield + Defend ini.

Mulai saat itu, posisi Adi tak tergantikan. Dia kembali dipercaya berada dalam barisan Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia saat tampil di Piala Asia Hoki 2024 di Kazakhstan. 

Begitu juga saat Timnas Hoki Indoor Putra Indonesia kembali  mempertahankan medali emas setelah mengalahkan Malaysia di final mendebarkan dengan skor 4-4 (2-0 PSO) pada SEA Games 2025 Thailand.

"Prestasi ini bukan hanya dari hasil perjuangan, tekad, doa, serta kekompakan atlet, pelatih dan ofisial tetapi juga berkat dukungan dari PP FHI dan Kemenpora yang telah memberikan dukungan dana untuk Training Camp dan serangkaian uji coba di Eropa," ujar Adi.

"Makanya, saya bersyukur nama saya dan teman-teman telah tercatat dalam sejarah emas hoki Indonesia di SEA Games," tutur dia.

Berkarier di Eropa

Berkat kepiawaiannya, Adi sempat mendapat tawaran memperkuat klub hoki Jerman, Bremer HC, yang bermain di Liga 2 Jerman pada awal 2025. Namun, dia tidak bisa bergabung karena visanya ditolak. 

"Sedih saat itu tidak bisa main di Liga 2 Jerman karena visa ditolak. Tapi, saya tak mau larut dalam kesedihan dan berpikir mungkin belum waktunya," ucap Adi.  

Saat menjalani TC di Eropa, pria 26 tahun itu kembali mendapatkan tawaran bermain di klub sama. 

"Alhamdulillah keinginan saya bermain di klub luar telah terwujud. Saya dan Muhammad Alviana sudah mendapatkan visa dan akan berangkat ke Jerman pada 2 Januari 2026," ungkap Adi.

"Kami akan memperkuat Bremer HC di Liga 2 Jerman selama dua bulan. Ini kesempatan saya untuk menambah jam terbang dan menggali pengalaman bermain dengan pemain kelas dunia," ujarnya.

Meski sudah tampil membela Indonesia di berbagai ajang internasional, tapi pencapaian ini tak pernah ada dalam benak Adi mengingat latar belakangnya yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Namun, lewat olahraga hoki, Adi bisa ke luar negeri dan berkunjung ke berbagai negara mulai Malaysia, Kamboja, Thailand, Kazakhstan, China, Austria, Cheko, Polandia, Jerman, Rusia hingga Turki.

"Saya hanya anak buruh pabrik harian lepas dan ibu saya hanya pedagang kecil. Jadi, saya tidak tega meminta kepada ayah dan ibu hanya buat membeli peralatan stik hoki yang harganya sekitar Rp1 juta," kata Adi.

"Itu kan uang besar dan pasti memberatkan apalagi saya memilki dua adik yang juga butuh biaya. Makanya, saya setiap hari mengumpulkan uang jajan yang hanya Rp5 ribu dan rela pergi dan pulang berjalan kaki ke sekolah demi sebuah stik," ucap dia.

Adi yang dulu hanya punya 1 stik bertahun-tahun kini telah mampu membeli stik lebih dari satu. 

Dengan stik miliknya tersebut, Adi masih tetap tercatat sebagai Guru Privat di SMA Negeri 14 Kabupaten Tangerang dan belum menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dirindukannya. 

Kini, Adi punya tekad membangun prestasi olahraga Hoki di Banten. "Dulu saya harus menunggu bertahun-tahun untuk memiliki stik. Sekarang, saya ingin membangun olahraga hoki di Tangerang lewat stik yang saya miliki saat ini," tuturnya.

https://www.kompas.com/sports/read/2025/12/24/19314598/kisah-anak-buruh-pabrik-raih-emas-sea-games-dan-berkarier-di-eropa

Terkini Lainnya

Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com