Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

SEA Games 2025: Mikhayla Shanum Caya, Atlet Masa Depan Skateboard Indonesia

Kompas.com, 24 Desember 2025, 05:08 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - SEA Games kerap menjadi ajang yang melahirkan atlet muda berpotensi. Seperti di SEA Games 2025 Thailand yang mengorbitkan nama Mikhayla Shanum Caya.

Mikhayla menjadi atlet masa depan dunia olahraga Skateboard Indonesia setelah mencatatkan sejarah sebagai atlet termuda yang mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2025.

Atlet Skateboard berusia 11 tahun asal Papua Pegunungan itu tampil pada nomor Skateboard Park putri, ia menjadi sorotan berkat usia belianya dan keberaniannya bersaing di level internasional.

Mikhayla tumbuh di lingkungan olahraga yang kuat. Ia terinspirasi langsung dari sang ayah, Anthony Adam Caya, yang merupakan atlet skateboard Indonesia.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan Mikhayla menekuni olahraga papan luncur tersebut sejak usia dini.

Bakat Mikhayla mulai terlihat saat tampil di level nasional. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, ia ikut ambil bagian dalam nomor ekshibisi skateboard. 

Baca juga: Kisah Perjuangan Srikandi Olahraga Indonesia di SEA Games 2025: Mulai dari Hamil hingga Pecah Telur Emas

Pengalaman tersebut menjadi modal berharganya dalam membentuk mental bertanding dan kepercayaan diri menghadapi kompetisi lebih besar.

Terbukti, pada SEA Games 2025, Mikhayla mampu menampilkan performa menawan sejak babak penyisihan. 

Atlet skateboard putri, Mikhayla Shanum Caya, jadi atlet termuda Indonesia di SEA Games 2025KOMPAS.com/Pratama Yudha Atlet skateboard putri, Mikhayla Shanum Caya, jadi atlet termuda Indonesia di SEA Games 2025

Ia berhasil menembus final setelah finis di posisi ketujuh dengan skor 45,93, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat persaingan ketat dan pengalaman para pesaingnya yang jauh lebih matang.

Meski belum berhasil membawa pulang medali, pencapaian Mikhayla ini menjadi langkah penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet profesional. 

Di usia yang masih sangat muda, ia telah membuktikan mampu tampil kompetitif dan percaya diri di panggung internasional.

Baca juga: Sepatu Robi Syianturi Dibeli Raffi Ahmad Rp 150 Juta, Hasil Lelang untuk Bangun Masjid di Aceh

Keberhasilan Mikhayla menjadi representasi Indonesia di SEA Games 2025 juga memberi harapan bagi perkembangan olahraga skateboard nasional, mengingat asalnya yang dari wilayah Papua Pegunungan. 

Sebagai debutan di SEA Games 2025, Mikhayla mengaku senang sekaligus grogi. Selain itu, pengalaman seperti ini membuat dirinya mampu menambah teman. 

"Senang, deg-degan, dan senang bisa bertemu dengan banyak teman," kata Mikhayla dalam keterangan resmi Kemenpora, Selasa (23/12/2025).

 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau