Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadirkan Pro Liga Indonesia Masters, PP Pelti Ingin Jaga Regenerasi Atlet

Kompas.com, 24 Desember 2025, 10:40 WIB
Pratama Yudha,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti) resmi meluncurkan kompetisi bertajuk Pro Liga Indonesia Masters 2025 untuk menjaga kesinambungan prestasi di SEA Games 2025 Thailand.

Cabang olahraga tenis berhasil menyumbangkan 9 medali di ajang SEA Games 2025 Thailand.

Tim Tenis Indonesia sukses membawa pulang 9 medali dari SEA Games 2025 dengan rincian 3 medali emas dan 6 medali perunggu.

Torehan 3 emas hadir dari nomor beregu putra, beregu putri, dan ganda putri yang diperkuat oleh pasangan Aldila Sutjiadi/Janice Tjen.

Demi menjaga prestasi dan mencetak regenerasi atlet tenis Indonesia, PP Pelti meresmikan kompetisi bertajuk Pro Liga Indonesia Masters. 

Kompetisi ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kompetisi tenis nasional yang digelar Pelti.

Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, mengatakan Pelti telah merancang kompetisi mulai dari usia 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, 18 tahun, dan Pro Liga.

Baca juga: SEA Games 2025: Mikhayla Shanum Caya, Atlet Masa Depan Skateboard Indonesia

"Pro Liga ini adalah puncak daripada seluruh prosesi kompetisi yang akan digelar oleh Pelti," ujar Nurdin Halid selepas pembukaan Pro Liga Indonesia Masters 2025 di Lapangan Tenis Indoor PGN, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

"Tujuannya adalah untuk menciptakan pemain-pemain yang berkualitas, pemain-pemain yang bisa berkualitas tingkat dunia. Sehingga ada motivasi bagi anak muda kita dari usia dini untuk bermain tenis,” jelas dia.

Nurdin menekankan bahwa Pro Liga Indonesia Masters ini akan menjadi liga tenis yang bersifat profesional.

Karena itu, kehadiran kompetisi ini menjadi sebuah awal yang penting dalam mencetak regenerasi atlet nasional.

Dengan hadirnya Pro Liga, tenis bukan lagi sekadar olahraga hobi, melainkan sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan.

"Tenis bukan hanya olahraga, bukan hanya hobi, tapi sudah menjadi sebuah pekerjaan yang bisa menjadi sumber penghasilan bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Nurdin.

Baca juga: Kisah Perjuangan Srikandi Olahraga Indonesia di SEA Games 2025: Mulai dari Hamil hingga Pecah Telur Emas

Beri Bonus ke Atlet SEA Games 2025

Momen ini juga dimanfaatkan oleh PP Pelti untuk memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi di SEA Games 2025.

Kendati gagal menyapu bersih medali emas seperti pada 2023 lalu di Kamboja, tapi prestasi tersebut tetap mendapatkan apresiasi dari PP Pelti yang memberikan bonus uang dengan total Rp700 juta.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau