Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuka dan Jeruk Nipis Efektif Hilangkan Kerak Gosong Panci, Bagaimana Caranya?

Kompas.com, 5 Agustus 2025, 17:15 WIB
Retia Kartika Dewi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Cuka dan jeruk nipis dikenal luas sebagai bahan dapur untuk menambah cita rasa pada masakan.

Keduanya mudah ditemukan di dapur rumah tangga dan biasanya menjadi pelengkap dalam berbagai resep makanan.

Namun, di balik fungsinya sebagai bumbu masak, cuka dan jeruk nipis juga menyimpan manfaat lain yang tak kalah penting.

Dua bahan alami ini disebut efektif untuk membantu membersihkan kerak gosong pada panci. 

Lantas, bagaimana cara memakai cuka dan jeruk nipis untuk membersihkan kerak gosong pada peralatan dapur?

Baca juga: Cara Membersihkan Kerak di Kompor Gas Usai Memasak Besar

Cuka dan jeruk nipis untuk bersihkan kerak

Ahli toksikologi kimia dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat Budiawan membenarkan, jeruk nipis dan cuka dapat menghilangkan kerak gosong pada peralatan dapur.

"Jeruk nipis dan cuka dapur mengandung asam lemah yang dapat membantu membersihkan karat ringan dan kerak peralatan rumah tangga," ujar Budiawan sat dihubungi Kompas.com, Selasa (5/8/2025).

Ia menjelaskan, asam ini bekerja dengan cara melarutkan atau mengikis oksida besi (karat) yang menempel di permukaan logam.

"Proses ini terjadi karena ion besi (Fe) bereaksi dengan anion dari asam melalui mekanisme kelasi dan pelarutan dalam air," lanjut dia.

Meski efektif untuk karat ringan, Budiawan menambahkan, metode ini tidak cocok untuk mengatasi karat yang tebal atau membandel.

Sebab, cuka dan jeruk nipis termasuk asam lemah.

Oleh karena itu, pembersihan karat berat tetap memerlukan bahan kimia yang lebih kuat atau penanganan khusus.

"Cuka sebagai asam lemah dapat bekerja membersihkan di bagian kerak besi ringan dan sedang, namun agak lamban pelepasannya dibandingkan menggunakan asam kuat tersebut," kata Budiawan.

Baca juga: Jangan Dikerok, Ini Cara Bersihkan Kerak Gosong di Pemanggang Sate

Cara bikin larutan cuka dan jeruk nipis

Untuk membersihkan karat, Anda bisa menggunakan larutan cuka atau jeruk nipis. Berikut cara membuatnya:

  1. Campurkan cuka putih dengan air dengan perbandingan sama
  2. Semprotkan atau oleskan cuka pada noda
  3. Diamkan beberapa menit
  4. Seka dengan kain basah
  5. Bilas sampai bersih

Menggunakan cuka biasa akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menghilangkan karat.

Alternatifnya, cobalah merendam benda tersebut dalam cuka biasa selama 24 jam. Hal ini akan mengurangi jumlah penggosokan yang diperlukan.

Cara bersihkan karat dengan jeruk nipis

Untuk membuat larutan jeruk nipis, Anda dapat menambahkannya dengan garam agar lebih efektif.

Air jeruk nipis mengaktifkan kristal garam dan melunakkan karat sehingga mudah dibersihkan. Berikut caranya:

  1. Taburkan sedikit garam pada area berkarat
  2. Taburi dengan air jeruk nipis
  3. Tambahkan garam dan air jeruk nipis hingga membentuk lapisan tebal
  4. Biarkan lapisan tersebut mengendap dan diamkan selama dua hingga tiga jam
  5. Setelah itu, bersihkan garam dengan kulit jeruk nipis dan lap permukaannya, pastikan hingga benar-benar kering
  6. Jika tidak ada jeruk nipis, Anda bisa menggunakan lemon.

Baca juga: Cara Ampuh Bersihkan Kerak Kuning di Kloset agar Putih seperti Baru

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Trump Bentuk Dewan Sains, Dipenuhi Taipan, Hanya Ada 1 Ilmuwan
Tren
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau