Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengendali Hama Ungkap Cara Efektif Usir Tikus dan Kutu Busuk dengan Aman

Kompas.com, 23 Oktober 2025, 11:00 WIB
Muhammad Iqbal Amar,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Musim hujan sering kali membawa “tamu tak diundang” masuk ke dalam rumah, mulai dari tikus, kutu busuk, hingga serangga yang mencari tempat hangat untuk berlindung.

Meski sebagian orang bisa menoleransi keberadaan serangga kecil, kebanyakan dari kita tentu tidak ingin melihat hewan pengerat berkeliaran di dapur atau mendengar suara gesekan di langit-langit rumah saat malam.

Langkah terbaik untuk menghindari situasi tersebut adalah mencegah mereka masuk sejak awal.

Baca juga: Saat Pemerintah Singapura Hitung Lubang Tikus dan Beri Sanksi Pemilik Bangunan...

Caranya dimulai dengan memeriksa setiap sudut rumah, baik di dalam maupun luar, untuk memastikan tidak ada celah yang bisa menjadi pintu masuk tikus atau serangga.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (22/10/2025), tikus bisa masuk melalui lubang sekecil ujung pensil, sekitar 6–10 milimeter.

Karena itu, menutup celah menggunakan bahan anti-tikus seperti wol baja atau pelapis logam sangat disarankan.

Pastikan juga setiap lubang di sekitar pipa pembuangan dan ventilasi udara telah ditutup rapat.

Baca juga: Kisah Operation Cat Drop, Saat Kucing-Kucing Diterjunkan dari Langit untuk Membasmi Tikus

Cara mengusir tikus dan hama rumah

Ilustrasi tikus yang hampir punah (Pexels/DSD)Eriana Widya Astuti Ilustrasi tikus yang hampir punah (Pexels/DSD)

Menurut Niall Gallagher, manajer teknis Asosiasi Pengendalian Hama Inggris, pemilik rumah sebaiknya juga mempertimbangkan memasang penutup ventilasi khusus atau mengganti bata udara jika sudah rusak, agar tidak menjadi jalur masuk hama.

Dengan pencegahan yang tepat, rumah bisa tetap menjadi tempat yang nyaman bagi penghuninya, bukan bagi para penyusup kecil yang tak diundang.

Berikut ini cara mengusir tikus dan hama rumah menurut Niall Gallagher:

Baca juga: Viral, Video Motor Jadi Sarang Tikus, Dosen UGM Jelaskan Penyebab dan Cara Mencegahnya

1. Jaga tempat tetap bersih

Kunci utama mencegah hama masuk ke rumah adalah menjaga kebersihan. Makanan yang dibiarkan terbuka atau remah yang berserakan bisa menjadi undangan bagi tikus dan serangga.

Gallagher menyarankan agar pemilik rumah rutin mencuci tempat sampah, termasuk tempat sampah daur ulang dan sisa makanan, karena kulit buah atau sayuran yang jatuh tetap bisa menarik hewan pengerat.

Selain itu, bersihkan permukaan dapur dan lemari secara teratur, jangan biarkan remah menumpuk di bawah perabot, serta simpan makanan dalam wadah tertutup rapat atau anti-tikus.

Menjaga area dapur tetap kering dan memperbaiki kebocoran juga penting karena lingkungan lembap sering menjadi tempat favorit bagi kecoa dan serangga lainnya.

Baca juga: Viral, Video Motor Jadi Sarang Tikus, Dosen UGM Jelaskan Penyebab dan Cara Mencegahnya

Halaman:


Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau