Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Restoran di Malaysia Ketahuan Cuci Lauk Bekas Pelanggan untuk Disajikan Lagi

Kompas.com, 6 Februari 2026, 15:00 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

KOMPAS.com – Sebuah rumah makan di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, ditutup sementara selama dua pekan setelah diduga mencuci makanan matang sisa untuk dimasak ulang dan dijual kembali keesokan harinya.

Penutupan dilakukan setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang pekerja restoran mencuci makanan matang, termasuk ayam dan tahu, sebelum ditata kembali ke dalam baki.

Video tersebut diunggah pada Selasa (3/2/2026) dan disebut direkam sekitar pukul 00.18 waktu setempat di bagian belakang restoran. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi.

Baca juga: Malaysia Klaim Dapat Tambahan 780 Hektare di Perbatasan RI, Ini Penjelasan PM Anwar Ibrahim

Dikutip dari Channel News Asia (CNA), pria yang merekam video itu mengatakan, ia sempat menanyakan alasan makanan tersebut dicuci dan dipisahkan.

Menurut pengakuan pekerja restoran, makanan tersebut akan dimasak ulang dan disajikan kembali kepada pelanggan keesokan hari.

Ia menambahkan, rekan-rekan pekerja lain awalnya memberikan berbagai alasan ketika ditegur, namun akhirnya mengakui praktik tersebut dan mengeklaim bahwa tindakan itu tidak memengaruhi keamanan pangan.

Dalam unggahannya di media sosial, perekam video menyebut praktik itu sebagai tindakan yang “tidak etis, tidak aman, dan sangat menjijikkan”, serta meminta otoritas berwenang segera bertindak. Video tersebut telah dibagikan lebih dari 2.000 kali.

Penyelidikan dan sanksi

Pengarah Kesehatan Negeri Sembilan, Dr Zuraida Mohamed, mengatakan pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah video tersebut viral.

Ia menyebut petugas kesehatan telah dikerahkan untuk memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Pada Rabu (4/2/2026), Departemen Kesehatan Negeri Sembilan secara resmi memerintahkan restoran tersebut untuk tutup selama dua pekan, hingga 17 Februari 2026.

Baca juga: Malaysia Beri Insentif Rp 8,5 Juta bagi Pemilik Mobil Tua yang Ingin Ganti Baru

Penutupan dilakukan berdasarkan Pasal 11 Undang-Undang Pangan Malaysia 1983.

Selain itu, pemilik restoran juga dikenai denda karena membahayakan keamanan pangan dan melakukan praktik yang tidak higienis sebagaimana diatur dalam Peraturan Kebersihan Pangan 2009.

Media Malaysia, Rakyat Post, melaporkan denda yang dijatuhkan sebesar 750 ringgit Malaysia (sekitar Rp 3,2 juta).

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh CNA (@channelnewsasia)

Kesaksian warga

Sementara itu, dikutip dari Berita Harian Malaysia, saksi mata mengatakan peristiwa tersebut tepatnya terjadi di area belakang sebuah kedai nasi kandar di pusat perbelanjaan Palm Mall, Seremban.

Ia mengaku melihat seorang pekerja mencuci sisa makanan seperti daging ayam, daging kambing, tahu, dan lauk lain yang jelas merupakan makanan lebihan, lalu mengasingkannya ke dalam dulang.

“Perkara ini amat tidak boleh diterima dan sangat membahayakan kesihatan orang awam,” ujar saksi tersebut.

Menurutnya, pekerja lain sempat mencoba mengelabui dengan jawaban yang tidak jujur, namun akhirnya mengaku bahwa makanan tersebut memang akan dimasak ulang dan dianggap tidak berbahaya.

Baca juga: Saat Pemerintah Malaysia Beri Insentif Warga yang Mau Buru Ikan Sapu-sapu...

Saksi berharap pihak berwenang mengambil tindakan tegas karena meyakini praktik tersebut bukan kali pertama dilakukan.

Kasus ini kembali memicu perhatian publik di Malaysia terhadap pentingnya pengawasan ketat terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan di sektor rumah makan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau