Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik Jalur Pantura Subang Padat, Kendaraan Berhenti di Bahu Jalan Picu Perlambatan

Kompas.com, 27 Maret 2026, 11:50 WIB
Ahya Nurdin ,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

SUBANG, KOMPAS.com – Arus balik kendaraan pemudik di Jalur Pantura Subang terpantau membeludak pada H+6 Lebaran, Sabtu (27/3/2026). Kepadatan hingga perlambatan arus terjadi di sejumlah titik, mulai dari wilayah Pamanukan hingga Ciasem.

Ketersendatan arus dipicu oleh banyaknya pemudik yang memilih beristirahat di bahu jalan dan area masjid. Selain itu, aktivitas keluar-masuk kendaraan di SPBU untuk mengisi BBM turut menghambat kelancaran lalu lintas di jalur utama tersebut.

Kepadatan tidak hanya terjadi pada arah Jakarta, tetapi juga pada jalur menuju Cirebon. Hal ini merupakan dampak dari diberlakukannya sistem one way di Tol Cipali sejak pagi tadi, yang mengalihkan sebagian volume kendaraan ke jalur arteri.

Baca juga: Viral Video Truk Pengangkut Telur Tabrak Warung di Subang, Pemilik Tewas Tertimpa Reruntuhan

Penyapu Koin dan Faktor Cuaca

Waryanto, seorang pemudik motor asal Brebes, mengaku perjalanan dari Cirebon hingga kawasan Ciasem sangat padat di kedua arah. Selain kendaraan yang berhenti di bahu jalan, ia menyoroti aktivitas warga penyapu koin di Jembatan Sewoharjo, perbatasan Indramayu-Subang.

"Arus lalu lintas beberapa kali tersendat akibat banyaknya pengguna jalan beristirahat di bahu jalan, hingga penyapu koin di Jembatan Sewoharjo," ujar Waryanto saat ditemui menjelang shalat Jumat di Masjid Simpang Mandalawangi, Sabtu (27/3/2026).

Faktor cuaca juga memperparah kondisi. Hujan yang turun di beberapa titik jalur Pantura sejak pagi tadi membuat banyak pemudik motor berhenti mendadak untuk berteduh atau mengenakan jas hujan di bahu jalan.

"Tadi pagi hujan juga sempat turun, sehingga banyak pemudik berhenti di bahu jalan meninggalkan motornya," tambahnya.

Polisi Siaga hingga Senin Dini Hari

Meski terjadi perlambatan, Waryanto mengaku tidak menemukan adanya insiden kecelakaan sepanjang perjalanannya hingga perbatasan Ciasem.

Sementara itu, meski Operasi Ketupat Lodaya 2026 telah berakhir, petugas kepolisian terpantau masih bersiaga di Pos PAM Mudik. Patroli terus dilakukan untuk mengamankan jalannya arus balik yang diprediksi akan terus meningkat hingga Minggu mendatang.

Kepadatan diperkirakan mencapai puncaknya besok, mengingat pada Senin (30/3/2026) seluruh aktivitas perkantoran dan sekolah sudah kembali berjalan normal. Pihak kepolisian tetap disiagakan hingga Senin dini hari guna memastikan kelancaran arus balik di jalur arteri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Asal-usul Nasi Jamblang Khas Cirebon, Kenapa Dibungkus Daun Jati?
Bandung
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Pemkot Bandung Jamin Gaji 121 Pekerja Bandung Zoo Selama Masa Transisi, Sesuai UMK
Bandung
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
BI Ungkap Uang Palsu di Bogor Berkualitas Rendah, Dicetak Pakai Printer Biasa
Bandung
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Di Tengah Konflik Perang Iran-Israel, 4 Warga Subang Berangkat Kerja ke Timur Tengah
Bandung
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
KA Ciremai Tertahan di Jalur Maswati-Sasaksaat akibat Longsor, KAI Lakukan Penanganan
Bandung
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Kereta Api Ciremai Anjlok di Maswati-Sasaksaat, Warga: Tabrak Material Longsor
Bandung
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Pelari Tewas di Lebarun Sentul Ultra, Bima Arya: PP ALTI Serukan Evaluasi Total Keselamatan
Bandung
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Hemat Energi, ASN Pemkab Bogor Gunakan Sepeda atau Transportasi Umum ke Kantor Tiap Rabu
Bandung
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Longsor Tutup Rel Maswati–Sasaksaat, KA Ciremai Alami Gangguan Perjalanan
Bandung
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Daftar Sektor ASN di Karawang yang Tak WFH, Tetap Kerja di Kantor
Bandung
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Melayat ke Rumah Duka di Cimahi, Panglima TNI Jamiin Hak Prajurit dan Siapkan Kenaikan Pangkat
Bandung
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Farhan Optimistis Ibadah Haji Aman meski Ada Konflik di Timur Tengah
Bandung
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
WFH ASN Tasikmalaya Tiap Jumat Mulai Pekan Depan, Diprediksi Tingkatkan Wisata Domestik
Bandung
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Tabrak Truk yang Diduga Parkir Sembarangan, Pengendara Motor di Bandung Tewas
Bandung
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Tumpukan Sampah di Jalur Kebun Teh Pangalengan, Camat: Oknum Pungut Iuran lalu Buang Sembarangan
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau