Penulis
KOMPAS.com - Rencana raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, untuk mempermanenkan status Marcus Rashford ternyata jauh lebih pelik dari yang diperkirakan semula.
Meskipun kerangka kesepakatan dengan Manchester United sudah terbentuk, manajemen Blaugrana memilih untuk menunda keputusan akhir demi menjaga stabilitas finansial klub.
Langkah ini diambil bukan karena ketidaksanggupan membayar biaya transfer, melainkan karena kehati-hatian dalam mengelola neraca keuangan.
Barcelona saat ini sedang mengevaluasi secara mendalam bagaimana profil gaji sang pemain akan berdampak pada batasan pengeluaran mereka di kompetisi domestik.
Secara administratif, sebagian besar proses kepindahan penyerang asal Inggris tersebut sebenarnya sudah rampung.
Baca juga: Baru Terpilih Lagi, Laporta Sudah Isyaratkan Barcelona Kembali Tinggalkan Camp Nou
Barcelona telah menyepakati opsi pembelian tidak wajib sebesar 30 juta euro (setara Rp 585,8 miliar) yang rencananya akan dibayarkan dalam tiga termin.
Selain itu, persyaratan pribadi dengan Marcus Rashford juga telah mencapai titik temu, termasuk draf kontrak berdurasi tiga tahun yang siap diaktifkan.
Setelah pertemuan internal terakhir, pihak klub meyakini bahwa proses berjalan sesuai rencana.
Namun, pengesahan kesepakatan ini tetap bergantung pada hasil audit departemen keuangan terkait beban gaji yang harus ditanggung klub di masa depan.
Kendala utama dalam operasi transfer ini terletak pada besaran upah Marcus Rashford yang diperkirakan mencapai 15 juta euro (sekitar Rp 292,9 miliar) setelah penyesuaian awal.
Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan berisiko mengganggu keseimbangan struktur gaji pemain yang sudah ditetapkan oleh manajemen.
Baca juga: Inter Milan Turunkan Harga Bastoni di Tengah Minat Barcelona
Oleh karena itu, negosiasi yang sedang berlangsung mengikuti pola klasik untuk memastikan biaya kesepakatan tetap aman dalam kerangka kerja La Liga.
Penyerang Barcelona Ferran Torres merayakan gol kedua bagi timnya bersama Marcus Rashford pada laga Liga Spanyol antara Real Betis dan FC Barcelona di Stadion Benito Villamarin di Seville pada 6 Desember 2025.Pihak klub kini lebih memilih untuk memantau performa sang pemain di sisa musim sebelum mengambil langkah final.
"Barcelona menegaskan bahwa, di luar biaya transfer, kesepakatan itu bergantung pada gaji," demikian laporan yang berkembang mengenai situasi finansial klub saat ini.
Selain faktor uang, kontribusi teknis di lapangan juga menjadi bahan pertimbangan.
Baca juga: Presiden Barcelona Siap Perpanjang Kontrak Hansi Flick sampai 2028
Meski telah mengemas 10 gol dan 13 assist musim ini, paceklik gol yang dialami sang penyerang sejak akhir Januari menjadi catatan tersendiri bagi staf kepelatihan.
Jika ia mampu tampil impresif di laga-laga krusial akhir musim, risiko finansial yang diambil klub akan dianggap sebanding dengan dampaknya bagi tim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang