Penulis
KOMPAS.com - Pelajaran dari Cesc Fabregas membuat Lucas Da Cunha berkembang luar biasa di Como 1907.
Lucas Da Cunha datang saat tim masih mentas di Serie B. Kala itu, Cesc Fabregas bahkan masih bersatus pemain untuk tim beralias Il Lariani.
“Saya datang tiga tahun lalu dan saat itu kami masih di Serie B," ucap Lucas Da Cunha dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport Italia yang disarikan oleh Tuttomercatoweb.
"Saya datang untuk bermain dan membangun kepercayaan diri. Serie B sangat sulit, di sana sepak bolanya berbeda, lebih langsung dan keras. Saya tahu saya punya kualitas, tetapi saya tidak datang untuk menjadi bintang,” ujar Lucas Da Cunha.
Lucas Da Cunha didatangkan Como dari Nice pada Januari 2023. Biaya transfernya kala itu relatif murah, cuma 750 ribu euro.
Baca juga: Lesatan Como dari Serie D, Kata Fabregas Sulit untuk Tak Jatuh Cinta
Pemain asal Perancis tersebut terus berkembang, paralel dengan lesatan klubnya Como yang kini menantang papan atas Serie A.
Lucas Da Cunha jadi bagian integral skuad Como yang memutus penantian 21 tahun untuk promosi ke Serie A pada akhir musim 2023-2024.
Setelah finis di peringkat 10 Serie A musim lalu, Como racikan Cesc Fabregas kini jadi kandidat kuat peraih tiket ke Liga Champions 2026-2027.
Como sekarang menduduki peringkat empat klasemen Liga Italia dengan perolehan 57 angka dari 30 kali bertanding.
Lucas Da Cunha beraksi dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Inter Milan vs Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Foto oleh Piero CRUCIATTI / AFP)Nilai pasar Lucas Da Cunha pun ikut-ikutan melejit. Figur andalan Fabregas di lini tengah Como tersebut kini ditaksir memiliki nilai 20 juta euro (sekitar Rp 390,6 miliar rupiah).
Baca juga: Fabregas: Michael Bambang Hartono Harus Dikenang dengan Penuh Cinta...
Lucas Da Cunha mengakui perkembangannya sebagai pemain tak bisa dilepaskan dari peran Cesc Fabregas, rekan di ruang ganti yang kini berubah jadi pelatihnya.
“Awalnya kami punya hubungan seperti teman, tetapi kemudian kami harus mengubahnya karena sekarang dia adalah pelatih saya," ucap Lucas Da Cunha soal relasinya dengan Fabregas.
"Saya sangat senang, karena saya tahu dia akan menjadi pelatih hebat dan sekarang kita melihatnya. Fabregas berbicara baik tentang saya karena, tidak hanya soal sepak bola, baginya penting berurusan dengan orang-orang yang memiliki nilai," ujar Lucas Da Cunha yang punya darah Portugal.
Sebagai seorang gelandang, Lucas Da Cunha, mengaku banyak belajar dari Fabregas yang semasa bermain merupakan maestro lini tengah.
"Sebagai pemain, dia mengatakan tidak takut untuk bermain, meminta bola, hal-hal yang juga saya yakini."
"Dia ingin kami memahami taktik dengan sangat baik, sehingga kami bisa menjalankannya bahkan saat dia tidak ada,” kata Lucas Da Cunha yang merupakan jebolan akademi Rennes.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang