Penulis
KOMPAS.com - Kata Fabregas Como akan membuat orang mudah untuk jatuh cinta. Dalam kurun 7 tahun, Como berubah dari tim Serie D menjadi pemburu tiket Liga Champions.
Pada musim 2018-2019 silam, Como 1907 masih berkutat di Serie D, kasta keempat sepak bola Italia. Lesatan cepat dibuat oleh tim beralias Il Lariani.
Kehadiran Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono pada April 2019 sebagai pemilik, memastikan akselerasi Como.
Dalam waktu dua tahun sejak kepemilikan Hartono bersaudara, Como merangkak naik ke Serie B, kasta kedua sepak bola Italia.
Pada akhir musim 2023-2024, Il Lariani lalu memastikan promosi ke Serie A, puncak piramida sepak bola Negeri Piza. Como mengakhiri penantian 21 tahun untuk kembali ke kasta teratas.
Baca juga: Como Vs Pisa: Penghormatan Cesc Fabregas untuk Michael Bambang Hartono
Como pun menjalani kiprah mereka di kompetisi paling elite Italia dengan memesona. Setelah finis di posisi 10 pada 2024-2025 silam, Il Lariani kini konsisten menantang papan atas.
Raihan kemenangan telak 5-0 atas Pisa pada pekan ke-30 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Giuseppe Sinigaglia menegaskan status Como sebagai kekuatan baru Serie A yang harus diperhitungkan.
Gol-gol Assane Diao (7'), Anastasios Douvikas (29'), Martin Baturina (48'), Nico Paz (75'), dan Maxio Perrone (81') mengantar Como menggebuk Pisa pada Minggu (22/3/2026).
“Kami menikmati atmosfer yang indah, para suporter merasa puas. Kami semua ingin lebih, tetapi kami menikmati prosesnya," ujar pelatih Como, Cesc Fabregas usai laga melawan Pisa, dilansir dari Football Italia.
Baca juga: Skor Como 1907 Vs Pisa 5-0, Fabregas: Kemenangan Ini Untuk Michael Bambang Hartono
Como kini jadi penantang serius dalam persaingan meraih tiket ke Liga Champions musim depan via jalur empat besar.
Bek Como, Mergim Vojvoda, merayakan gol pertama timnya bersama pelatih Cesc Fabregas pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.Anak asuh Fabregas kini bertengger di peringkat empat klasemen dengan 57 poin dari 30 pertandingan.
"Enam atau tujuh tahun lalu, kami hanyalah tim provinsi di Serie D, sekarang kami membuat kemajuan nyata."
“Sulit untuk tidak jatuh cinta dengan para pemain muda ini. Kami sedang mencapai apa yang kami targetkan dua tahun lalu."
"Kami tahu ke mana ingin menuju dan bagaimana cara mencapainya, dan itu sangat fundamental bagi saya,” tutur Fabregas.
Dalam konferensi pers usai laga Como vs Pisa, Fabregas tak lupa memberikan penghormatan kepada mendiang pemilik klub, Michael Bambang Hartono yang wafat pada Kamis (19/3/2026) silam.
"Kami kehilangan sosok yang sangat penting di klub, tetapi kami ada di sini saat ini juga berkat orang-orang seperti itu yang percaya pada klub dan kota ini," ucap Fabregas.
"Kita tidak boleh melupakannya. Ia harus dikenang dengan penuh cinta, kemenangan ini untuk Michael dan seluruh keluarga Hartono,” kata pelatih asal Spanyol itu dikutip dari Tuttomercatoweb.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang