Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bursa Suksesor Tudor di Tottenham: Huetter Menolak, Redknapp Buka Pintu

Kompas.com, 30 Maret 2026, 16:08 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tottenham Hotspur ditolak oleh salah satu kandidat pelatih, yaitu Adi Huetter selepas hengkangnya Igor Tudor dari kursi pelatih.

Kabar mengejutkan hadir dari Tottenham Hotspur dengan mundurnya Igor Tudor dari kursi pelatih selepas tujuh pertandingan menangani tim.

Tudor hanya mendapatkan satu poin dari lima kali menangani Tottenham Hotspur di Liga Inggris dan tersingkir oleh Atletico Madrid di 16 besar Liga Champions.

Era Tudor pun membuat Tottenham Hotspur hanya berjarak satu poin dari zona degradasi dengan sisa tujuh pertandingan Liga Inggris yang belum dimainkan.

Dua pelatih, Sean Dyche dan Roberto De Zerbi, menjadi favorit untuk menangani tim yang bermarkas di Tottenham Hotspur Stadium.

Baca juga: Tottenham Hotspur Resmi Berpisah dengan Igor Tudor Usai Pimpin 7 Laga

Sementara, Chris Hughton, Tim Sherwood, dan mantan bek Tottenham Hotspur, Ben Davies disebut berpeluang mengisi posisi pelatih untuk sementara, seperti dilansir dari Telegraph.

Penolakan Adi Huetter ke Tottenham Hotspur

Namun, satu kandidat pelatih Tottenham Hotspur, Adi Huetter justru memberikan ungkapan penolakan di publik.

Meskipun menganggur usai dipecat dari Monaco pada Oktober 2025, Adi Huetter dikabarkan tidak bersedia menangani Tottenham Hotspur, seperti dilansir dari Sky Sports.

"Dalam beberapa hari dan minggu terakhir, saya semakin sering dikaitkan dengan berbagai klub," ujar Huetter.

"Namun, seperti yang sudah saya nyatakan segera setelah masa jabatan saya di Monaco, saya lebih memilih untuk tidak bekerja sebagai pelatih kepala lagi setidaknya sampai awal musim baru."

Baca juga: Ange Postecoglou: Tottenham Hotspur Bukanlah Klub Besar

"Posisi saya mengenai hal ini tidak berubah sejak saat itu," imbuhnya.

Setelah Adi Huetter menolak, maka Tottenham Hotspur pun hanya memiliki beberapa kandidat tersisa.

Sean Dyche yang dipecat oleh Nottingham Forest dan digantikan Vitor Pereira dikabarkan bersiap untuk menduduki kursi pelatih Tottenham Hotspur. Namun, Sean Dyche pun tidak memberikan jawaban pasti.

Striker Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani, mencetak gol pertama timnya pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 18 Maret 2026.AFP/ADRIAN DENNIS Striker Tottenham Hotspur, Randal Kolo Muani, mencetak gol pertama timnya pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Atletico Madrid di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 18 Maret 2026.

Harry Redknapp Buka Pintu untuk Tottenham Hotspur

Di sisi lain, pelatih legendaris Tottenham Hotspur, Harry Redknapp justru memberikan lampu hijau bahwa dirinya siap kembali turun gunung.

Baca juga: Thomas Frank Dipecat Tottenham Hotspur Usai Rentetan Hasil Buruk

Dalam acara Cheltenham Festival, Redknapp membuka diri soal kemungkinan kembali ke Tottenham Hotspur sebagai pelatih.

"Mereka tahu di mana saya berada jika mereka membutuhkan saya," ujarnya.

"Mereka membutuhkan seseorang untuk masuk ke sana dan memberi mereka semangat, dan membuat mereka percaya pada diri mereka sendiri.

"Mereka benar-benar dalam masalah, saya harus jujur," imbuh Redknapp.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau