Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tottenham Hotspur Resmi Berpisah dengan Igor Tudor Usai Pimpin 7 Laga

Kompas.com, 30 Maret 2026, 04:46 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Tottenham Hotspur mengumumkan perpisahannya dengan pelatih interim Igor Tudor usai melatih tujuh laga.

Melalui Instagram resmi klub, Tottenham Hotspur mengonfirmasi bahwa Igor Tudor juga sepakat untuk meninggalkan klub asal London Utara tersebut.

"Kami dapat mengonfirmasi terjadinya kesepakatan bersama bahwa Pelatih Kepala Igor Tudor segera meninggalkan Klub," tulis Instagram resmi Spurs.

Selain mengakhiri kontrak Igor Tudor, Spurs juga tidak akan melanjutkan kerja sama dengan dua asisten pelatihnya yaitu Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci.

Baca juga: Tottenham di Tepi Jurang Degradasi, Sisa Tujuh Laga Terasa Final

"Tomislav Rogic dan Riccardo Ragnacci juga meninggalkan peran mereka masing-masing sebagai Pelatih Kiper dan Pelatih Fisik."

"Kami berterima kasih kepada Igor, Tomislav, dan Riccardo atas upaya mereka selama enam pekan terakhir, atas kerja tanpa lelah yang telah dilakukan," sambungnya.

Sang juara bertahan Liga Europa mengonfirmasi akan segera mengumumkan pelatih kepala baru.

Baca juga: Guglielmo Vicario Diincar Inter Milan, Tottenham Mesti Berhitung

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Tottenham Hotspur (@spursofficial)

Masa Jabatan Singkat

Igor Tudor hanya memimpin Spurs selama 44 hari sebagai interim setelah dipecatnya Thomas Frank sebagai pelatih kepala.

Kekalahan telak 0-3 di kandang melawan Nottingham Forst pada pekan ke-31 Liga Inggris membuat manajemen klub tampaknya sudah hilang kesabaran.

Sejak debutnya di derby London Utara melawan Arsenal pada 22 Februari lalu, Igor Tudor belum satupun mempersembahkan kemenangan bagi Spurs di Liga Inggris.

Baca juga: Puasnya Igor Tudor Meski Tottenham Tersingkir dari Liga Champions

Tottenham hanya mampu meraih satu kemenangan melawan Atletico Madrid di Liga Champions meski pada akhirnya harus tersingkir usai kalah agregat 5-7.

Selain itu, hasil terbaik Tudor lain hanya menahan imbang Liverpool 1-1 di Anfield. Sisanya, Spurs menelan lima kekalahan.

Pertahanan Spurs di rezim Tudor juga terbilang buruk dengan 20 kali kebobolan dan hanya mencetak 9 gol.

Hasil tersebut membuat Spurs berada satu peringkat dan hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa.

Baca juga: Tottenham Berantakan di Rezim Igor Tudor, Gary Neville: Pecat!

Penyerang Tottenham Hotspur, Dominic Solanke, merayakan gol ke gawang Borussia Dortmund. Hasil Liga Champions Tottenham Hotspur vs Dortmund bergulir di Tottenham Hotspur Stadium pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.AFP/ADRIAN DENNIS Penyerang Tottenham Hotspur, Dominic Solanke, merayakan gol ke gawang Borussia Dortmund. Hasil Liga Champions Tottenham Hotspur vs Dortmund bergulir di Tottenham Hotspur Stadium pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Spurs di Ambang Degradasi

Menurut perhitungan Opta, peluang Tottenham untuk terdegradasi musim ini berada di angka 25,87 persen. Artinya, kemungkinan mereka tetap bertahan di liga mendekati 75 persen.

Halaman:


Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau