Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tottenham Berantakan di Rezim Igor Tudor, Gary Neville: Pecat!

Kompas.com, 13 Maret 2026, 01:26 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Mantan pemain Manchester United, Gary Neville ikut geram dengan hasil buruk yang terus diterima Tottenham selama berada di bawah asuhan pelatih Igor Tudor.

Igor Tudor yang telah memimpin empat laga usai dilantik pada Februari lalu menggantikan Thomas Frank, selalu merasakan kekalahan.

Terbaru, Tottenham secara memalukan tumbang atas Atletico Madrid dengan skor 2-5 di babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.

Gary Neville yang juga komentator Sky Sports merasa jengah dan menyebut masa jabatan Igor Tudor di Tottenham adalah "bencana" yang perlu diakhiri.

Baca juga: Tudor Minta Maaf Usai Ganti Kiper Antonin Kinsky di Menit Ke-17

Dengan empat kekalahan beruntun yang diterima Spurs, Posisi pelatih asal Kroasia itu berada di bawah pengawasan ketat.

Belakangan, Igor Tudor juga mendapat kecaman dari para pendukungnya karena memainkan kiper cadangan Antonin Kinsky hanya untuk menggantinya setelah 17 menit saat Spurs tertinggal 3-0.

Igor Tudor Buat Tottenham Berantakan

Kekalahan 2-5 membuat langkah Spurs di ambang kegagalan meski belum sepenuhnya tertutup mengingat masih ada leg kedua.

Berbicara kepada podcast Stick to Football dari The Overlap, Neville mengatakan tentang perlakuan Tudor terhadap Kinsky yang dianggap brutal.

Neville juga merasa Tottenham sangat berantakan selama dipimpin oleh Igor Tudor.

“Saya pikir seluruh kejadian beberapa minggu terakhir dan kemudian itu, semuanya seperti kecelakaan mobil, berantakan sekali.

Baca juga: Tottenham Kian Terancam Degradasi, Igor Tudor Pilih Tetap Optimistis

“Masalah yang saya hadapi adalah wawancara Tudor. Saya pikir dia seharusnya datang ke sana dan berkata, 'Lihat, saya salah, seharusnya saya membiarkan (Guglielmo) Vicario tetap di gawang', tetapi dia tidak melakukannya, dia malah bersikeras,” jelasnya.

Neville mendesak kepada manajemen Spurs untuk segera mengambil tindakan tegas untuk memecat Igor Tudor.

“Jika Anda akan melakukan perubahan lain, menurut saya itu harus dilakukan hari ini atau besok, karena Anda tidak bisa menunggu,” tambahnya.

Baca juga: Taktik Ala Igor Tudor Bisa Buat Tottenham Atasi Atletico Madrid

Cristian Romero menghibur Antonin Kinsky yang ditarik keluar pada menit ke-17 dalam pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 10 Maret 2026. (Foto oleh Javier SORIANO / AFP)AFP/JAVIER SORIANO Cristian Romero menghibur Antonin Kinsky yang ditarik keluar pada menit ke-17 dalam pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid vs Tottenham Hotspur di Stadion Metropolitano di Madrid pada 10 Maret 2026. (Foto oleh Javier SORIANO / AFP)

Kehilangan Kepercayaan dari Pemain

Menurut laporan The Telegraph, para pemain Tottenham Hotspur dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan kepada pelatih interim Igor Tudor.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Tudor belum mampu membangun kekompakan dengan skuadnya. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau