BULELENG, KOMPAS.com — Seorang remaja di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dianiaya sepupunya sendiri gara-gara tak diajak mendaki.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menyampaikan peristiwa tersebut dilaporkan korban ke polisi.
Ia menyebut, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita di Jalan Raya Banyuatis–Wanagiri, tepatnya di depan Kuburan Desa Adat Munduk.
Korban merupakan seorang remaja berinisial KMPU (18).
“Dugaan penganiayaan ini dipicu kesalahpahaman pribadi. Terduga pelaku merasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung, lalu menantang korban untuk bertemu dan berkelahi melalui pesan WhatsApp,” ujarnya, dikonfirmasi Senin (30/3/2026).
Baca juga: Arus Balik Pelabuhan Ketapang Belum Reda, 67.000 Kendaraan Diperkirakan Belum Kembali ke Bali
Ia menambahkan, korban yang menerima tantangan tersebut datang lebih dahulu ke lokasi.
Tak lama berselang, terlapor datang bersama seorang pria lain yang tidak dikenal korban.
Terlapor kemudian dari sepeda motor lalu memukul dan menendang korban beberapa kali ke arah korban.
Baca juga: Tabrakan di Jalur Singaraja–Gilimanuk Bali, 2 Remaja Tewas
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian wajah dan segera dibawa oleh orang tuanya ke RSU Santhi Graha.
Keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Banjar pada Jumat (27/3/2026) untuk diproses secara hukum.
“Kasus saat ini sedang ditangani oleh Polsek Banjar Polres Buleleng untuk pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Yohana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang