Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Asing Lepas Saham Bank Besar, "Net Sell" Rp 789 Miliar

Kompas.com, 27 Maret 2026, 18:52 WIB
Suparjo Ramalan ,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) cukup besar pada perdagangan sesi I, Jumat (27/3/2026), dengan tekanan utama terjadi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net sell sebesar Rp 789,4 miliar di seluruh pasar.

Saham perbankan menjadi kontributor utama tekanan jual.

Baca juga: BEI Bakal Evaluasi FCA, Sinyal Pelonggaran Aturan Saham Gorengan?

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai saham dengan aksi jual terbesar, yakni Rp 609 miliar.

Sejalan dengan tekanan tersebut, saham BBCA sempat terkoreksi lebih dari 2 persen ke level 6.725.

Aksi jual asing juga terjadi pada saham bank besar lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), meskipun dengan nilai yang lebih kecil.

Secara perinci, berikut sepuluh saham dengan net foreign sell terbesar pada sesi I.

Baca juga: Investor Berebut Saham SpaceX Pra-IPO, Risiko Penipuan Mengintai

  • PT Bank Central Asia Tbk – Rp 609 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – Rp 143,5 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk – Rp 75,8 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk – Rp 53,5 miliar
  • PT Darma Henwa Tbk – Rp 31,3 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk – Rp 22,8 miliar
  • PT Astra International Tbk – Rp 22,1 miliar
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk – Rp 14,3 miliar
  • PT Mitra Adiperkasa Tbk – Rp 13,6 miliar
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk – Rp 13,5 miliar

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.

Di sisi lain, investor asing masih melakukan akumulasi terbatas pada sejumlah saham berbasis komoditas dan energi. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menjadi saham dengan pembelian asing terbesar mencapai Rp 144,4 miliar.

Selanjutnya, aksi beli juga terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 43,2 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 40,8 miliar.

Selain itu, saham lain yang turut diakumulasi antara lain PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Timah (Persero) Tbk (TINS).

Untuk diketahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan di zona merah.

Baca juga: Usai Anjlok 1,89 Persen, Akankah IHSG Kembali Bangkit di Perdagangan Jumat Ini?

Indeks tertekan 0,88 persen atau turun 63,09 poin ke level 7.101.

Sepanjang sesi I, sebanyak 404 saham mengalami penurunan, 242 saham menguat, dan 312 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat relatif sepi di level Rp 5,7 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 9,96 miliar saham dalam 781.600 kali transaksi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau