Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Empat Faktor yang Wajib Perhatikan Saat Mudik Melalui Trans-Jawa

Kompas.com, 29 April 2022, 09:42 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terhubungnya ruas Tol Trans-Jawa dari Merak sampai Probolinggo membuat waktu pemudik yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi lebih efisien.

Tak heran jika ruas tol ini menjadi salah satu jalan yang digemari oleh para pemudik.

Hal ini bisa dilihat dari tingginya volume kendaraan yang terus meningkat melintasi Tol Jakarta-Cikampek jelang Lebaran.

Bagi pemudik yang akan melintasi ruas tol yang memiliki panjang sekitar 900 kilometer tersebut, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dan tak boleh diabaikan. Terlebih bila baru pertama kali melintasinya.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, rata-rata ruas tol Trans-Jawa didominasi oleh lintasan lurus yang permukananya beragam.

Baca juga: Bengkel Resmi Suzuki Jabodetabek yang Buka di Hari Lebaran 2022

Setidaknya ada empat hal yang perlu diwaspadai, yakni:

  • Kecepatan tinggi

Pengemudi jangan terlena dengan ruas jalan yang terlihat mulus dan panjang sehingga terus menerus menekan pedal gas tanpa memperhatikan kecepatan yang aman. Atur kecepatan yang bijak dan sesuai dengan aruran yang berlaku.

“Tak sedikit pengendara yang ingin cepat sampai dan menghiraukan kecepatan kendaraannya, apalagi lintasan lurus di tol itu (Trans-Jawa) emmang cukup banyak,” ucap Jusri, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kebanyakan pengemudi lupa mengontrol diri sehingga sifatnya darurat. Mobil pada kecepatan tinggi sangatlah berisiko.

Ketika tim Merapah Trans-Jawa 2022 dari Jakarta hingga Semarang masih menemui beberapa ruas jalan yang terlihat mulus padahal sangat bergelombang. Kondisi ini akan sangat berbahaya jika melajukan mobil pada kecepatan tinggi, apalagi di malam hari.

Merapah Trans JawaKompas.com/ApridaMegaNanda Merapah Trans Jawa

  • Istirahat

Salah satu yang menjadi kunci utama saat melintasi perjalan pulang kampung via Tol Trans-Jawa adalah istiahat.

Sekali lagi, jangan terlena untuk mengejar waktu tanpa memperhatikan kondisi badan yang sudah letih berkendara berjam-jam, terutama saat berpuasa.

“Lakukan beberapa kali istirahat untuk menjaga kondisi badan tetap fit. Jusri menyarankan, bila normalnya pengendara harus melakukan istirahat dua jam sekali atau paling lambat tiap tiga jam.

“Ambil waktu dua jam, jangan paksa untuk tetap berkendara tanpa memperhatikan kondisi tubuh. Khususnya bagi yang berpuasa, hal ini sangat pening agar tubuh bisa fit mengingat situasinya berbeda dengan kondisi normal,” katanya.

  • Lewat bahu jalan

Jelang Hari Raya Idul Fitri, kondisi jalan mulai ramai dilalui pemudik. Dalam menyikapi kepadatan lalu lintas, sudah pengedara harus ekstra sabar dan waspada.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau