Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belajar dari Peristiwa Xenia RWD Gagal Nanjak di Tanjakan Spongebob

Kompas.com, 28 Februari 2024, 15:12 WIB
Erwin Setiawan,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Beredar video mobil Daihatsu Xenia gagal menanjak di Tanjakan Spongebob, Lembang, Jawa Barat. Padahal, mobil tersebut menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) dilihat dari tipenya.

Dalam video yang diunggah akun Tiktok @seputartanjakanspongebob, Minggu (15/1/2024), terlihat Xenia berwarna hitam yang menabrak tembok rumah warga karena gagal menanjak. Tampak bagian belakangnya penyok serta kaca belakang pecah.

Tidak sedikit warganet yang mengomentari tentang curamnya tanjakan, dan memberi saran kepada pengemudi mobil tersebut agar tidak mengalami gagal menanjak.

Baca juga: Video Xenia Gagal Nanjak di Tanjakan Spongebob, Tabrak Tembok Rumah

@seputartanjakanspongebob

Mimin jadi sedih kenapa harus terjadi lagi ????????

? original sound - OnlyMine ???? - F???? ????

 

“Biasakan kalau tanjakan curam AC di matikan ,jadi tenaga mesin tidak berat dan pakai gigi terendah,” tulis akun Pemain Malam.

“Kemungkinan mati mesin karena grogi saat pindah gigi, kalau mesin mati, booster rem jadi mati, rem ga kuat nahan beban walau pakai rem tangan,” tulis komentar Deky Prasetyo.

“Pastikan mahir dulu sblm jln ke daerah pegunungan kalau perlu belajar mengemudi di sekolah mengemudi,” tulis akun Roni HDMI.

Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi mobil gagal menanjak.

Baca juga: Benarkah Mobil Transmisi Manual Lebih Jago Menanjak daripada Matik?

Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024).Bagus Puji Panuntun Tanjakan Spongebob di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat menjadi pilihan jalan alternatif ratusan kendaraan wisatawan untuk melangsungkan perjalanan arus balik menuju Kota Bandung, Senin (1/1/2024).

“Faktor kegagalannya banyak, bila yang gagal menanjak semua mobil Xenia dengan sistem RWD artinya memang medan tanjakan Spongebob di Lembang tersebut terlalu ekstrem untuk mobil ini,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, Rabu (28/2/2024).

Muchlis mengatakan setiap mobil memiliki batasnya terkait spesifikasi mesin dan transmisi yang digunakan.

“Bila yang gagal menanjak hanya beberapa saja, artinya mobil tersebut sebenarnya mampu tapi ada faktor lain yang membuatnya gagal menanjak,” ucap Muchlis.

Baca juga: Begini Cara Antisipasi Mobil yang Gagal Menanjak

Abah Engkos (70) tengah mengatur lalu lintas di Tanjakan SpongeBob, jalan terjal yang menjadi jalan alternatif dari Kota Bandung menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (3/11/2023).KOMPAS.COM/Bagus Puji Panuntun Abah Engkos (70) tengah mengatur lalu lintas di Tanjakan SpongeBob, jalan terjal yang menjadi jalan alternatif dari Kota Bandung menuju kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Jumat (3/11/2023).

Muchlis mengatakan beberapa faktor penyebab kegagalannya bisa dari kompetensi pengemudi dalam mengoperasikan mobil.

“Bisa dari penggunaan gigi yang tidak pas, injakan pedal gas kurang maksimal, atau pengemudi tidak mengambil ancang-ancang cukup untuk memulai pendakian,” ucap Muchlis.

Muchlis juga mengatakan kondisi mobil yang jarang melakukan perawatan juga bisa mempengaruhi tenaga yang dihasilkan.

“Bila mesin tidak prima, kampas kopling pada transmisi manual mulai aus, maka roda tidak akan berputar dengan maksimal, sehingga gagal menanjak bisa terjadi,” ucap Muchlis.

Baca juga: Manfaat Fitur Hill Start Assist Saat Lewat Jalan Menanjak


Jadi, agar tidak mengalami mobil gagal menanjak, Muchlis menyarankan agar pengemudi memahami medan dan spesifikasi mobil.

Jika memang ada mobil sejenis mampu melewati tanjakan tersebut, langkah selanjutnya tinggal berupaya dengan mengoperasikan dengan benar dan menjaga performa mobil tetap prima sehingga tenaga dan torsi yang dihasilkan optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau