Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pameran GIICOMVEC 2024 Sepi Pengunjung? Ini Kata Tenaga Penjual

Kompas.com, 9 Maret 2024, 18:15 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Ajang Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) merupakan pameran business to business (B2B) khusus kendaraan niaga.

Tak heran bila pameran ini cenderung lebih sepi pengunjung ketimbang pameran otomotif lainnya, misalnya IIMS atau GIIAS.

Meski begitu, beberapa tenaga penjual mengakui, sepinya pengunjung pameran tidak memengaruhi transaksi kendaraan niaga.

Baca juga: Satu Lagi Merek Mobil Asal China Masuk Indonesia

Ilustrasi booth Hino di pameran GIICOMVEC 2024KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Hino di pameran GIICOMVEC 2024

Salah satu tenaga penjual Suzuki mengatakan, pameran GIICOMVEC terbilang sepi karena pada 7-9 Maret 2024 dikhususkan buat undangan perusahaan dan korporat.

“Orang bisa membedakan, memang yang ke sini ibarat kata juragan-juragan yang siap untuk bisnis,” ujar tenaga penjual Suzuki, kepada Kompas.com (9/3/2024).

“Jadi ini pilihan, kalaupun ada buyer yang lain, dia memang datang niat ke sini untuk lihat langsung. Nanti tanggal 10 public day buat umum mungkin bakal lebih ramai, jadi konsepnya seperti itu,” kata dia.

Baca juga: SPK Tembus 2.400 Unit, Harga Diskon Chery Omoda E5 Ditambah

Menurutnya, beberapa konsumen kendaraan niaga langsung membeli beberapa unit. Sebab, konsumen fleet biasanya jarang ada yang membeli satuan.

“Meskipun pameran sepi, tapi di balik ini (ada transaksi) yang tidak publish. Kayak kemaren ada yang pesan ambulans 10 unit kan itu enggak semua tahu,” ucap tenaga penjual tadi.

Sementara itu, pramuniaga Toyota di GIICOMVEC juga mengatakan, konsumen pameran ini mayoritas adalah pengusaha.

Baca juga: Naik mulai Hari Ini, Catat Tarif Baru Tol Jakarta-Cikampek

Ilustrasi booth Mitsubishi Fuso di pameran GIICOMVEC 2024KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Mitsubishi Fuso di pameran GIICOMVEC 2024

“Dari sisi jumlah pengunjung bedanya jauh, ini lebih eksklusif, karena orang-orang tertentu. Yang datang ke sini bisa jadi langsung bosnya, langsung owner-nya. Kalau staf paling sekretaris atau manajernya. Justru orang yang menentukan pembelian,” kata salah satu tenaga penjual Toyota tadi.

Ia mengatakan, pameran GIICOMVEC yang sepi tidak memengaruhi penjualan kendaraan niaga. Sebab, tidak semua konsumen melakukan transaksi di pameran.

“Mobil niaga itu sudah punya pasarnya, selalu ada konsumennya. Kalau dibilang enggak laku, pasti ada yang beli, karena mereka punya pasarnya sendiri,” ujarnya.

Baca juga: Ingat, Masa Berlaku SIM Tidak Lagi Berdasarkan Tanggal Lahir

Ilustrasi booth Suzuki di pameran GIICOMVEC 2024KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi booth Suzuki di pameran GIICOMVEC 2024

Ia juga mengatakan, pembeli kendaraan niaga memiliki karakter unik. Karena mereka biasanya bakal bertemu lagi di kemudian hari.

“Misal dia mau ngomongin karoseri, jumlah unitnya berapa, ngomongin kreditnya pasti nanti, enggak mungkin langsung putus. Enggak kayak beli Innova atau Avanza langsung putus. Beda, karena pembeli kendaraan niaga memikirkan KIR, SRUT, dan lainnya,” ucap tenaga penjual Toyota.

“Apalagi pembelian unitnya biasanya lebih dari satu. Selain itu jarang juga yang beli pakai nama pribadi, hampir di bawah 10 persen lah pakai nama pribadi, pasti nama PT atau CV,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau