Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

e-Clutch Honda: Perpindahan Gigi Presisi Tanpa Tuas Kopling

Kompas.com, 20 Juni 2025, 10:02 WIB
Dio Dananjaya,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Honda kembali menghadirkan terobosan di dunia sepeda motor dengan meluncurkan teknologi e-Clutch, sebuah sistem kopling elektronik yang menawarkan kombinasi kenyamanan transmisi otomatis dengan sensasi berkendara manual.

Teknologi ini menjadi solusi bagi pengendara yang ingin menikmati kepraktisan tanpa mengorbankan kendali penuh atas motor mereka.

Secara prinsip, e-Clutch menggantikan peran kopling konvensional dengan aktuator elektronik yang bekerja berdasarkan data dari berbagai sensor di motor, seperti kecepatan roda, putaran mesin, posisi throttle, dan posisi gigi.

Baca juga: Intip Mobil Limosin Mewah yang Jemput Prabowo di Rusia

Jajal Honda CB650R E-Clutch di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center, Cikarang, Jawa Barat. Foto: Honda Jajal Honda CB650R E-Clutch di Astra Honda Motor Safety Riding & Training Center, Cikarang, Jawa Barat.

Saat pengendara menekan pedal gigi, sistem ini secara otomatis mengoperasikan kopling sehingga perpindahan gigi bisa dilakukan tanpa menarik tuas kopling sama sekali.

Meski begitu, tuas kopling tetap tersedia, sehingga pengendara dapat menggunakannya jika ingin mengoperasikan kopling secara manual.

Menurut Ade Muhajir, Technical Service Division PT Astra Honda Motor, teknologi e-Clutch hadir untuk memberikan kenyamanan lebih kepada pengendara.

“Teknologi e-Clutch pada dasarnya diciptakan untuk kenyamanan pengendara. Jadi kalau semua mekanisme, semua kontrol diatur secara elektronik, artinya kan gesekan semakin kecil, dan harusnya semakin efisien (penggunaan BBM),” ujar Ade di Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Baca juga: Polisi Sebut Setiap Jam 3 Nyawa Melayang di Jalan Raya

Ade juga menambahkan bahwa e-Clutch membuat perpindahan gigi menjadi lebih presisi karena timing kopling diatur secara optimal. “Kalau manual, timing kita menarik kopling, kemungkinan bukan peak maksimum dia mengambil power. Karena kita harus mengatur sendiri bukaan kopling, walaupun itu sepersekian detik. Dengan e-Clutch, perpindahan gigi makin presisi,” kata dia.

Secara singkat, prinsip kerja e-Clutch Honda seperti perpindahan gigi pada motor bebek yang tidak perlu menekan tuas kopling.

Adapun bila dibandingkan dengan teknologi quick shifter yang biasa digunakan pada motor balap, e-Clutch memiliki kemampuan yang lebih lengkap. “Kalau quick shifter itu saat dari netral ke gigi 1 harus menekan tuas kopling dulu, sedangkan e-Clutch sudah bisa dari netral ke gigi 1 bahkan dalam kondisi mesin idle,” ucap Ade.

Untuk diketahui, pada dasarnya, sistem kopling di CB650R yang dibekali e-Clutch ini masih memanfaatkan mekanisme kopling yang sama dengan motor sport biasa, mulai dari tuas, kabel, hingga kampas kopling.

Baca juga: Honda Step WGN Siap Meluncur di GIIAS 2025

Honda rilis teknologi E-Clutch alias kopling otomatis.Dok. Paultan Honda rilis teknologi E-Clutch alias kopling otomatis.

Namun, bedanya terdapat pada bak kopling sisi kanan yang dilengkapi dua motor servo.

Motor-motor kecil ini bergerak untuk mengontrol as yang terhubung dengan mekanisme kopling, sehingga dapat bekerja secara elektronik menggantikan peran jari manusia yang menekan tuas kopling.

Kontrol kerja e-Clutch sendiri dikendalikan oleh ECM (Engine Control Module) yang menerima berbagai sinyal dari mesin, serta dari clutch angle sensor dan countershaft speed sensor yang memberi data terkait kecepatan putaran dan kebutuhan perpindahan gigi.

Baca juga: Harley-Davidson Nightster Special 2025: Desain dan Harga Terbaru

Honda CB650R di Jakarta Fair Kemayoran 2025KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Honda CB650R di Jakarta Fair Kemayoran 2025

Saat ini, teknologi e-Clutch tidak hanya terdapat pada Honda CB650R, tetapi juga digunakan pada Honda CBR650R dan Honda Rebel 250.

Namun, untuk saat ini, hanya CB650R yang dijual di Indonesia.

Ade juga menambahkan, fitur e-Clutch ini tidak memerlukan perawatan berkala ataupun pengecekan periodik.

Baca juga: Mobil dengan Mesin Modern Tak Perlu Lagi Dipanaskan?

Honda CB650R di Jakarta Fair Kemayoran 2025KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Honda CB650R di Jakarta Fair Kemayoran 2025

Perawatan rutin yang dilakukan pada motor dengan e-Clutch atau tanpa e-Clutch diklaim sama saja. “Memang teknologi e-Clutch ini untuk memberikan jembatan bagi pengendara yang sudah advance maupun pemula. Target utamanya adalah kenyamanan,” kata Ade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau