Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan Risiko Banjir Terhadap Mobil Listrik dan Mobil ICE

Kompas.com, 23 Januari 2026, 12:12 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Intensitas hujan pada pagi hari cukup tinggi untuk sebagian besar wilayah Jabodetabek. Tak jarang, kondisi ini menimbulkan genangan air yang cukup tinggi atau banjir.

Banyak juga pengemudi yang nekat menerabas banjir, baik pengemudi mobil listrik maupun mobil bensin. Perlu diketahui, keduanya sama-sama berisiko mengalami kerusakan. Tapi, berbeda jenis kerusakannya.

Baca juga: 5 Situs Resmi untuk Memantau Banjir Jakarta secara Real Time

Maulana Hakim, Aftersales Director Wuling Motors, mengatakan, untuk risiko banjir itu berbeda antara mobil Internal Combustion Engine (ICE) dan mobil listrik.

Test drive Aion UT di GIIAS 2025Dok. GAC AION Test drive Aion UT di GIIAS 2025

"Bila mobil ICE (bensin/diesel) itu risiko kerusakan ada pada area mesin dan knalpot. Sedangkan untuk mobil listrik, itu risiko kerusakan bisa terjadi pada komponen baterai, motor listrik, dan motor control unit," ujar Maulana, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Hal senada diungkapkan oleh Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit. Dia mengatakan, risiko banjir pada mobil listrik dan mobil ICE berbeda. Tapi, mobil listrik cenderung lebih aman.

Baca juga: Cara Pantau Kemacetan Jalan Raya Akibat Banjir dari Ponsel

"Mobil ICE berisiko water hammer dan kerusakan mesin akibat air masuk intake. Sedangkan mobil listrik lebih aman di genangan sedang, karena komponen tersegel dan baterai di bawah lantai," kata Budi.

Hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta hingga menyebabkan genangan air di beberapa titik. Penumpang Whoosh diimbau datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan.DOK. KCIC Hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta hingga menyebabkan genangan air di beberapa titik. Penumpang Whoosh diimbau datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan.

Selain itu, pada umumnya baterai mobil listrik sudah memiliki sertifikat IP67. Sertifikat tersebut membuktikan bahwa baterai sudah teruji tahan air.

"Namun, tetap rentan jika terendam sangat lama atau air menembus soket tegangan tinggi, menimbulkan risiko korsleting dan sengatan, meski produsen sudah memberikan proteksi tinggi, dengan ketinggian air menjadi faktor penentu utama untuk keduanya," ujarnya.

Budi mengatakan, ada beberapa risiko banjir pada mobil ICE. Pertama, water hammer, ketika air masuk ke ruang bakar, menyebabkan piston menabrak air (yang tidak bisa dikompresi), dan merusak komponen mesin parah.

Jalan Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah masih tergenang, Senin (3/2/2025).KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Jalan Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah masih tergenang, Senin (3/2/2025).

"Kerusakan kelistrikan dan sensor. Sistem kelistrikan konvensional sensitif terhadap air, berisiko korsleting, merusak ECU, sensor, dan komponen lain. Lalu, masalah pembakaran. Air bisa masuk ke sistem bahan bakar atau knalpot, mengganggu pembakaran," ujar Budi.

Begitu pula dengan mobil listrik juga ada beberapa komponen yang berisiko mengalami kerusakan. Menurut Budi, bisa terjadi korsleting pada baterai.

"Baterai bertegangan tinggi terlindungi (tahan air IP67), namun jika pelindung rusak atau air menembus soket bertegangan tinggi dalam waktu lama, bisa korsleting, bahkan risiko sengatan listrik," kata Budi.

Aman dalam kondisi hujan lebat dan lewati genangan, LEPAS L8 dibekali baterai bawah bodi dengan perlindungan IP68/IPX9K serta komponen tegangan tinggi berstandar IP67. Dok. LEPAS Aman dalam kondisi hujan lebat dan lewati genangan, LEPAS L8 dibekali baterai bawah bodi dengan perlindungan IP68/IPX9K serta komponen tegangan tinggi berstandar IP67.

"Kerusakan komponen tegangan tinggi. Motor listrik umumnya tersegel dan aman, tetapi komponen seperti inverter dan motor generator (pada hybrid) tetap berisiko rusak mahal jika terendam lama," ujarnya.

Budi menambahkan, motor pada mobil listrik tidak punya lubang seperti intake pada mobil ICE. Jadi, lebih aman dari water hammer di genangan dangkal hingga sedang.

"Kesimpulan perbedaan. Pertama, keamanan dasar, mobil listrik umumnya lebih aman di genangan sedang, karena desainnya yang kedap air dan tidak memiliki intake pembakaran seperti mobil ICE," ujar Budi.

Baterai mobil listrik Wuling Air ev dites direndam air dengan kedalaman 1 meterCILL Baterai mobil listrik Wuling Air ev dites direndam air dengan kedalaman 1 meter

"Kedua, jenis kerusakan. Mobil ICE lebih rentan water hammer dan kerusakan mekanis mesin, sementara EV rentan korsleting pada sistem tegangan tinggi jika proteksi tembus. Ketiga, faktor kritis. Pada kedua jenis mobil, ketinggian air (melebihi setengah ban atau kaca spion) dan durasi terendam adalah faktor penentu utama risiko kerusakan," kata Budi.

Budi menyarankan, hindari menerjang banjir sedalam mungkin pada mobil jenis apa pun untuk mencegah kerusakan fatal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau