Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komparasi Pikap: Tata Yodha Vs Toyota Hilux Rangga

Kompas.com, 23 Februari 2026, 13:41 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pikap buatan India akan masuk ke Indonesia sebagai kendaraan dalam program Koperasi Merah Putih.

PT Agrinas Pangan Nusantara berencana mendatangkan sekitar 105.000 unit kendaraan niaga dari India.

Dari jumlah tersebut, Tata Motors akan memasok sekitar 70.000 unit yang terdiri dari pikap Yodha dan truk ringan Ultra T.7 Light Truck dengan komposisi seimbang.

Baca juga: Perlu KTP Pemilik atau Tidak? Ini Aturan Bayar PKB yang Perlu Diketahui

Masuknya Tata Yodha dalam jumlah besar tentu menarik perhatian. Sebab, di segmen kendaraan niaga ringan sudah ada pemain kuat seperti Toyota Hilux Rangga .

Lantas, bagaimana komparasi teknis keduanya?

Tata Yodha 2.0 pikapFoto: Tata Motors Tata Yodha 2.0 pikap

Tata Yodha 2.0

Nama Yodha memang masih terdengar asing karena belum pernah dipasarkan resmi di dalam negeri.

Di pasar India, model ini tersedia dalam beberapa varian, mulai dari Yodha 1200, 1700, hingga Yodha 2.0 sebagai varian terbesar, termasuk opsi berbahan bakar CNG.

Khusus Yodha 2.0 single cabin, model ini diposisikan sebagai pikap niaga ringan dengan karakter kuat.

Jantung pacunya menggunakan mesin diesel 2.2 liter VARICOR intercooled turbocharged direct injection.

Baca juga: Berapa Biaya Kirim Motor Pakai Bus AKAP?

Tenaga yang dihasilkan mencapai 74,8 kW atau sekitar 100 Tk pada 3.750 rpm, dengan torsi puncak 250 Nm yang sudah tersedia sejak 1.000 rpm hingga 2.500 rpm.

Tata Yodha 2.0 pikapFoto: Tata Motors Tata Yodha 2.0 pikap

Karakter torsi yang muncul di putaran rendah ini umumnya membantu saat kendaraan membawa beban berat atau melintasi tanjakan.

Kemampuan menanjaknya diklaim mencapai 30 persen. Dari sisi daya angkut, Yodha 2.0 memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) 3.890 kg dengan payload hingga 2,05 ton. Angka tersebut tergolong besar untuk ukuran pikap ringan.

Dimensinya pun cukup panjang, yakni 5.350 mm dengan jarak sumbu roda 3.300 mm dan ground clearance 210 mm. Radius putarnya 6,25 meter, sementara tangki bahan bakarnya mampu menampung 52 liter solar.

Baca juga: Bayar PKB Tanpa KTP Ditolak, tapi Kenapa Lewat Calo Bisa?

Konstruksi kaki-kaki menggunakan suspensi rigid semi-elliptical leaf spring dengan enam daun di depan dan sembilan daun di belakang, konfigurasi yang lazim dipakai kendaraan niaga untuk menopang beban berat. 

Test Drive Toyota Hilux RanggaKOMPAS.com/ADITYO WISNU Test Drive Toyota Hilux Rangga

Toyota Hilux Rangga

Hilux Rangga hadir sebagai pikap yang dikembangkan untuk kebutuhan usaha. Tampilannya mengotak dan fungsional.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau