Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbaiki Pelek atau Ganti Baru? Ini Pertimbangan yang Perlu Diketahui

Kompas.com, 25 Februari 2026, 10:22 WIB
Aprida Mega Nanda,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusakan pelek akibat menghantam lubang atau benturan keras masih sering terjadi di jalan. Mulai dari peyang, retak, hingga lecet, kondisi tersebut kerap membuat pemilik mobil khawatir harus mengganti pelek baru.

Namun, tidak semua kerusakan pelek berakhir dengan penggantian. Beberapa kondisi masih bisa diperbaiki melalui proses khusus di bengkel spesialis.

Pemilik toko pelek Ping Wheels di Cijantung, Jakarta Timur, Anantyo Herlambang, mengatakan pelek yang peyang, retak, maupun lecet pada dasarnya masih dapat diperbaiki.

Baca juga: Tiba di Tanjung Priok, Segini Harga Pikap India buat Koperasi Merah Putih

“Pelek yang peyang, retak atau lecet semua bisa diperbaiki,” ujar pria yang akrab disapa Tyo kepada Kompas.com, Senin (23/2/2026).

Menurut dia, proses perbaikan dilakukan dengan memanaskan bagian pelek yang rusak, lalu dilanjutkan pengepresan menggunakan mesin khusus agar bentuknya kembali mendekati semula.

Metode tersebut cukup umum dilakukan pada pelek yang mengalami deformasi akibat benturan. Meski begitu, hasil perbaikan tidak sepenuhnya mengembalikan kondisi seperti baru.

Perbaikan pelek yang pecah di Ping WheelsPing Wheels Perbaikan pelek yang pecah di Ping Wheels

Tyo menegaskan bahwa pelek yang sudah diperbaiki tetap aman digunakan, tetapi ada penurunan kekuatan struktur.

“Pelek yang sudah diperbaiki memang tidak bisa kembali seperti semula, pasti ada bedanya. Namun, perbaikan masih relatif aman dilakukan. Hanya saja kekuatannya berkurang,” kata dia.

Ia menambahkan, pada pelek yang pernah retak, risiko kerusakan berulang tetap ada. Terutama apabila kendaraan kembali menghantam lubang atau menerima benturan keras. Artinya, pengguna perlu lebih berhati-hati setelah melakukan perbaikan, termasuk menjaga tekanan ban dan menghindari jalan rusak.

Baca juga: Cara Suzuki Jaga Kualitas Teknisi Motor Lewat Victorious Contest 2025

Dari sisi biaya, perbaikan pelek tergolong lebih terjangkau dibanding membeli baru. Tyo menyebut harga perbaikan berkisar mulai Rp 250.000 hingga Rp 1 juta per pelek, tergantung tingkat kerusakan dan tingkat kesulitan pengerjaan.

Biaya tersebut berlaku untuk satu pelek. Kerusakan ringan seperti lecet biasanya lebih murah, sementara peyang parah atau retak membutuhkan proses lebih kompleks.

Dengan demikian, perbaikan bisa menjadi solusi sementara yang ekonomis. Namun, untuk kerusakan berat atau penggunaan jangka panjang, penggantian pelek tetap menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan demi keselamatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau