Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waspada Begal Motor Jelang Lebaran, Hindari Kondisi Jalan Seperti Ini

Kompas.com, 26 Februari 2026, 14:21 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobilitas masyarakat yang meningkat jelang Lebaran tidak hanya berdampak pada kepadatan lalu lintas, tetapi juga menimbulkan risiko kriminalitas di jalan.

Pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari menjadi kelompok yang lebih rentan, terutama di jalur sepi dan minim penerangan.

Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menekankan bahwa berkendara motor pada malam hari membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Baca juga: Mudik Gratis Kemenhub Dibuka 1 Maret, Ini Daftar 34 Kota Tujuan

“Untuk berkendara di malam hari memang perlu ekstra hati-hati. Selain kondisi jalan yang gelap, juga ada potensi rawan kejahatan,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

Agus menyarankan pengendara motor selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang aman.

Helm standar, jaket, sarung tangan, dan atribut keselamatan lain tidak hanya melindungi dari kecelakaan, tetapi juga memberi rasa percaya diri saat melintas di kondisi gelap.

Selain itu, pemilihan rute yang sudah familiar sangat penting.

“Pilih rute yang sudah sering kita lewati agar jika terjadi sesuatu akan lebih mudah mencari bantuan. Hindari rute yang rawan kejahatan dan usahakan memilih jalan yang ramai,” kata Agus.

Tips aman berkendara malam hari.Honda Community Tips aman berkendara malam hari.

Pengendara motor juga perlu tetap fokus dan waspada terhadap kendaraan lain yang tiba-tiba mendekat atau bersikap mencurigakan. Kewaspadaan seperti ini penting untuk mengantisipasi potensi modus kejahatan.

Agus menekankan agar pengendara yang melintas sendirian di jalan sepi tidak berkendara terlalu pelan.

“Usahakan tidak terlalu pelan jika berkendara sendirian. Jika memungkinkan, cari aman dengan berbarengan kendaraan lain saat melewati jalan rawan,” ucapnya.

Tak kalah penting, pengendara harus berhati-hati terhadap modus yang memanfaatkan empati korban, seperti berpura-pura meminta tolong di jalan sepi.

“Jika melihat orang tergeletak atau meminta tolong, sebaiknya hindari dan cari bantuan lain. Ini untuk mencegah modus para pembegal,” kata Agus.

Baca juga: Tips Menghindari Konflik di Jalan Saat Puasa, Terutama di Jam Sibuk

Dengan meningkatnya aktivitas jelang Lebaran, pengendara motor diingatkan selalu mengutamakan keselamatan. Kewaspadaan, pemilihan rute tepat, dan kesiapan menghadapi situasi tak terduga menjadi kunci agar perjalanan malam tetap aman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau