Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengalaman Pemakai Toyota Hilux 2025 untuk Harian, Masih Nyaman meski Dimensi Besar

Kompas.com, 27 Februari 2026, 16:12 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Toyota Hilux 2025 menjadi salah satu pilihan pikap kabin ganda yang masih diminati, baik untuk kebutuhan kerja maupun penggunaan harian. 

Berdasarkan pengalaman pemakaian langsung Meid, mobil ini menawarkan kombinasi ketangguhan, efisiensi bahan bakar, dan kenyamanan berkendara yang mendekati SUV medium ladder frame.

Meid menggunakan Hilux 2025 tipe V dengan transmisi otomatis sejak Agustus 2025 dan hingga kini odometernya telah menempuh sekitar 25.000 kilometer.

Baca juga: Komparasi Pikap: Tata Yodha Vs Toyota Hilux Rangga

Toyota Hilux 2025 tipe V milik MeidMeid Toyota Hilux 2025 tipe V milik Meid

Mobil tersebut rutin dipakai di perkotaan dan perjalanan jarak jauh, termasuk rute Bogor–Pati, Jawa Tengah, sehingga memberikan gambaran penggunaan nyata di berbagai kondisi jalan.

Dari sisi desain, ia menilai tampilan generasi terbaru tidak segagah model sebelumnya.

“Saya lebih suka Hilux yang sebelumnya, kelihatan lebih gagah. Dia secara fasia, lampunya besar, kabinnya juga kerasa lebih lega,” ujar Meid kepada Kompas.com, Rabu (25/2/2026). 

Baca juga: Polemik Impor Pikap dari India, Ini Respon Tegas Gaikindo

Toyota Hilux 2025 tipe V milik MeidMeid Toyota Hilux 2025 tipe V milik Meid

Meski begitu, efisiensi bahan bakar justru menjadi keunggulan utama Hilux terbaru menurutnya. 

“Kalau full tank, bisa jalan 500 km tanpa isi. Kalau lihat di monitor, luar kota bisa 1:14–15, dalam kota 1:11–12,” kata dia. 

Mesin diesel Hilux tidak terlalu sensitif terhadap kualitas solar yang digunakan. Mau dari Dexlite sampai Pertamina Dex tidak terasa perbedaannya.

Toyota Hilux 2025 tipe V milik MeidMeid Toyota Hilux 2025 tipe V milik Meid

Karakter khas sebagai kendaraan pekerja juga menjadi nilai plus. Dengan latar belakang pengalaman di lingkungan militer dan medan lapangan di Papua, Meid mengaku lebih percaya Hilux dibanding kompetitornya.

“Saya suka kebandelannya, mobil pekerja banget. Kalau dipakai di jalanan off-road, traksinya lebih terasa dibanding Triton,” ujarnya.

Menariknya, dari sisi kenyamanan berkendara, ia menilai Hilux tidak jauh berbeda dengan SUV berbasis rangka tangga. 

 

Toyota Hilux 2025 tipe V milik MeidMeid Toyota Hilux 2025 tipe V milik Meid

“Kalau nyetir, enggak jauh beda sama Pajero Sport atau Fortuner. Di tol enggak ada bedanya menurut saya,” kata Meid.

Unit miliknya sudah mendapat beberapa ubahan, mulai dari sokbreker adjustable, ban BFGoodrich, cover bak belakang, hingga sistem hiburan baru lengkap dengan kamera 360 derajat. Namun, penggantian sokbreker justru membuat bantingan terasa lebih keras dibanding standar.

Soal kekurangan, Meid mengaku tidak menemukan masalah teknis berarti selama pemakaian. Namun ada kompromi khas pikap kabin ganda yang tetap terasa, terutama pada dimensi bak belakang. 

“Baknya buat dimensinya lebih panjang dari Pajero Sport. Parkir di rumah jadi mentok, jadi harus lebih waspada saat mundur,” ujarnya.

Selain itu, fungsi bak terbuka juga kurang praktis untuk kebutuhan harian. Ia menyebut barang belanjaan tetap berisiko terkena air meski sudah menggunakan cover. 

 “Kalau bawa belanjaan repot karena harus ditaruh di bak, dan masih bisa bocor,” kata dia.

Secara keseluruhan, Hilux 2025 dinilai tetap memenuhi ekspektasi sebagai kendaraan tangguh dengan efisiensi baik dan kenyamanan mendekati SUV. Bahkan, menurut Meid, perpindahan dari Pajero Sport ke Hilux tidak terasa sebagai penurunan kenyamanan, melainkan perubahan karakter kendaraan dan punya daya tarik tersendiri di jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau