Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Abai, Ini 3 Hal yang Wajib Dicek pada Rem Mobil Sebelum Mudik

Kompas.com, 10 Maret 2026, 08:31 WIB
Stanly Ravel

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring dengan penggunaan, rem pada mobil biasanya akan mengalami perubahan. Hal ini tentu saja mengarah pada penurunan performa dari kerja atau fungsinya.

Karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk rutin mengecek fungsi rem yang menjadi komponen vital. Apalagi saat kendaraan akan digunakan menempuh perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.

Pasalnya, saat melakukan perjalanan mudik, sering kali mobil membawa beban berlebih yang secara otomatis meningkatkan gaya inersia dan memperpanjang jarak pengereman.

Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan memastikan rem tetap optimal bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan kebutuhan mutlak untuk menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Baca juga: Sensasi Geber Mobil Sport dengan Bridgestone Potenza RE005

Ilustrasi kampas rem mobilKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi kampas rem mobil

“Keselamatan keluarga saat mudik sangat bergantung pada kondisi kendaraan, salah satunya adalah performa rem yang optimal, terutama ketika mobil membawa beban penuh. Karena itu, kami mengimbau pengendara untuk melakukan pengecekan menyeluruh," ujar Hariadi, Senin (9/3/2026).

Pengecekan

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengecekan sistem pengereman bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut.

1. Komponen Mekanis dan Gesekan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa ketebalan kampas rem (brake pads/shoes) untuk memastikan daya cengkeram tetap optimal. Jika ketebalan sudah di bawah batas minimal, segera lakukan penggantian sebelum merusak bagian lain.

Perhatikan juga kondisi permukaan piringan cakram (disc brake). Pastikan tetap rata dan tidak mengalami gejala warped yang dapat menimbulkan getaran pada setir saat pengereman.

Baca juga: Pilihan Hatchback Jelang Lebaran 2026, Tersisa Toyota Yaris

Pengecekan rem mobil di bengkel SuzukiSUZUKI Pengecekan rem mobil di bengkel Suzuki

Selanjutnya, cek kondisi rem tromol bagian belakang. Lakukan penyetelan ulang celah sepatu rem agar kinerja rem tangan tetap pakem saat kendaraan harus berhenti di tanjakan curam.

Selain itu, pastikan piston pada kaliper dapat bergerak bebas tanpa hambatan dengan memberikan pelumasan khusus pada pin kaliper.

2. Sistem Hidraulis dan Cairan

Seperti diketahui, kualitas minyak rem (brake fluid) memegang peranan penting dalam menyalurkan tekanan dari pedal ke seluruh roda secara akurat.

Karena bersifat higroskopis, minyak rem dapat menyerap uap air yang dapat menurunkan titik didihnya dan berisiko memicu korosi internal.

“Pastikan mobil Suzuki Anda menggunakan cairan Ecstar dengan standar DOT 3 atau DOT 4 sesuai spesifikasi pabrikan guna menghindari kerusakan seal karet,” katanya.

Baca juga: Perawatan Berkala Bisa Cegah Rem Blong, Ini Penjelasan Ahli

Ilustrasi servis mobil di bengkel Suzuki.DOK. SUZUKI INDOMOBIL SALES Ilustrasi servis mobil di bengkel Suzuki.

Jika terdapat udara pada sistem hidraulis rem, efeknya dapat menyebabkan pedal rem terasa lemah. Sebagai bentuk penanggulangan, lakukan proses bleeding dengan benar agar seluruh udara yang terperangkap di dalam sistem hilang, sehingga tekanan booster rem dan master rem tetap berada pada kondisi prima.

Selain itu, cek apakah ada gejala selang fleksibel yang mengembang atau retak, karena kerusakan kecil pada bagian ini dapat menyebabkan kebocoran tekanan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau