Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penting, Sabuk Pengaman Bukan Cuma buat Penumpang Depan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 17:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang arus mudik Lebaran, aspek keselamatan berkendara kembali menjadi perhatian, termasuk penggunaan sabuk pengaman atau seatbelt bagi seluruh penumpang mobil.

Sayangnya, di Indonesia penggunaan seatbelt masih banyak terbatas pada pengemudi dan penumpang di kursi depan saja.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, seatbelt berfungsi menjaga tubuh tetap berada di tempat duduk saat terjadi kecelakaan. Alat ini membantu mengurangi risiko cedera serius akibat benturan.

Baca juga: Zero ODOL 2027: Teknologi Jasamarga Deteksi Truk Kelebihan Muatan

Penumpang mobil di tengah juga harus menggunakan sabuk pengaman.kompas.com Penumpang mobil di tengah juga harus menggunakan sabuk pengaman.

“Sebagaimana kita ketahui seatbelt itu berfungsi untuk mengurangi risiko cedera pada saat mobil mengalami kecelakaan, tabrakan, baik dari depan, ataupun dari samping, ataupun terguling,” kata Jusri kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2026).

Jusri menjelaskan, seatbelt berperan menahan tubuh agar tidak terlempar ketika terjadi benturan keras. Tanpa sabuk pengaman, penumpang bisa terdorong ke berbagai arah dan berpotensi mengalami cedera serius.

Menurut Jusri, masih rendahnya penggunaan seatbelt di kursi belakang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Banyak yang menganggap sabuk pengaman hanya wajib untuk pengemudi dan penumpang depan.

Baca juga: Demi Keselamatan, Masyarakat Diminta Tidak Mudik Pakai Sepeda Motor

“Di Indonesia ini ada fenomena bahwasannya seatbelt itu adalah aturan. Sehingga peraturan yang ada di Undang-Undang Lalu Lintas itu pengemudi dan penumpang depan, belakang kan belum,” kata Jusri.

Selain itu, ada pula anggapan bahwa penumpang di kursi belakang lebih aman karena terlindungi kursi depan. Padahal dalam kecelakaan, tubuh bisa terpental ke berbagai arah.

“Perlu diingat, kecelakaan itu orang bisa terlempar ke atas, ke samping, dan lain-lain. Yang membuat dia tetap duduk di tempat itu kan hanya seatbelt,” ucapnya.

Karena itu, penggunaan seatbelt oleh seluruh penumpang, baik di depan maupun di baris kedua, penting dijadikan kebiasaan. Langkah sederhana ini dapat menjadi bagian dari kampanye keselamatan saat masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau