Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemudik Perlu Tahu, Ini Cara Aman Mengganti Aki Mobil

Kompas.com, 11 Maret 2026, 19:21 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang musim mudik Lebaran, kondisi kendaraan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh pemilik mobil.

Salah satu komponen yang tak boleh luput dari perhatian adalah aki. Aki yang sudah lemah bisa membuat mobil sulit distarter atau bahkan mogok di tengah perjalanan, sehingga penting bagi pemudik mengetahui cara menggantinya dengan benar.

Menurut Lung Lung, pemilik Dokter Mobil, mengganti aki mobil sebenarnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terutama pada mobil modern yang sudah dilengkapi berbagai sistem elektronik.

Baca juga: Berlaku Mulai 15 Maret, Ini Rincian Diskon Tarif Tol Lebaran 2026

“Mobil sekarang punya memori yang tersimpan di sistem komputer. Kalau aki dicabut begitu saja, memori itu bisa hilang dan beberapa sistem di mobil bisa kembali ke setelan awal,” kata Lung Lung kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, pada beberapa mobil kondisi tersebut dapat membuat mesin perlu melakukan proses penyesuaian ulang. Misalnya, putaran idle mesin menjadi kurang stabil atau sistem tertentu membutuhkan waktu untuk kembali bekerja normal.

Karena itu, Lung Lung menyarankan agar penggantian aki dilakukan dengan cara yang tepat. Salah satunya dengan menjaga agar suplai listrik ke sistem mobil tidak benar-benar terputus saat aki dilepas.

Ganti akiabe Ganti aki

Menurut dia, hal tersebut bisa dilakukan dengan bantuan alat khusus, misalnya perangkat penyimpan memori yang disambungkan melalui soket diagnostik kendaraan atau On Board Diagnostics (OBD).

Selain menggunakan alat khusus, ada pula metode lain yang terkadang dilakukan, yakni mengganti aki saat mesin mobil dalam kondisi menyala. Namun, cara ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan kendaraan.

“Kalau mesin hidup, suplai listrik masih ada dari alternator, jadi memori mobil tetap tersimpan. Tapi saat melakukan penggantian, pastikan semua beban listrik seperti lampu, AC, dan audio dalam kondisi mati,” ujarnya.

Lung Lung juga mengingatkan agar pemilik mobil tidak menunggu hingga aki benar-benar soak sebelum diganti. Pemeriksaan kondisi aki secara berkala mesti dilakukan supaya pemilik mobil tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan penggantian.

Baca juga: Ban Cadangan Tak Bisa Menggantikan Peran Ban Utama secara Utuh

Kondisi aki yang prima tentunya memperkecil risiko mobil mogok saat perjalanan mudik, sehingga perjalanan menuju kampung halaman jadi lebih aman dan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau