Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER OTOMOTIF] Wuling Siap Lawan Impor | Proyek Mobil Listrik Honda Batal

Kompas.com, 15 Maret 2026, 04:01 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Impor kendaraan niaga dari India untuk operasional program Koperasi Desa Merah Putih memicu perhatian di industri otomotif nasional, terutama di tengah klaim kemampuan produksi dari sejumlah pabrikan yang telah berinvestasi di Indonesia.

Kendaraan yang dimaksud adalah pikap Mahindra Scorpio Pikap yang diimpor oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Sejumlah unit kendaraan dilaporkan telah tiba di Indonesia dan mulai didistribusikan ke beberapa daerah untuk mendukung kegiatan operasional pengangkutan hasil pertanian.

Selain itu, Honda Motor Co., Ltd. mengumumkan perubahan besar dalam strategi elektrifikasi globalnya. Pabrikan otomotif asal Jepang tersebut memutuskan membatalkan pengembangan dan peluncuran tiga model kendaraan listrik (EV) yang semula direncanakan diproduksi di Amerika Utara.

Berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Sabtu, 14 Maret 2026 :

1. Wuling Siap Lawan Impor, Tawarkan Pikap Produksi Lokal

Menanggapi hal tersebut, Wuling Motors mengatakan pihaknya telah memiliki kendaraan komersial ringan yang diproduksi secara lokal di Indonesia.

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan perusahaan juga memiliki fasilitas produksi di Indonesia yang mampu memproduksi berbagai model kendaraan, termasuk kendaraan komersial seperti pikap.

Baca juga: Wuling Siap Lawan Impor, Tawarkan Pikap Produksi Lokal

2. Proyek Mobil Listrik Honda Batal, Rugi Rp 265 Triliun

Desain depan Honda 0 Alpha, punya logo baru perusahaan dengan bahasa desain segar.KOMPAS.COM/Agung Kurniawan Desain depan Honda 0 Alpha, punya logo baru perusahaan dengan bahasa desain segar.

Sebelumnya, Honda menargetkan seluruh produk dan aktivitas korporasinya mencapai netralitas karbon pada 2050.

Dengan adanya kebijakan besar di Amerika Serikat yang mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik, Honda sempat melakukan pergeseran strategi menuju popularisasi EV, khususnya untuk kendaraan mobilitas kecil seperti mobil penumpang.

Baca juga: Proyek Mobil Listrik Honda Batal, Rugi Rp 265 Triliun

3. Wuling Darion Diklaim Terjual 4.000 Unit, Varian EV Mendominasi

Wuling Cortez Darion EVFoto: KOMPAS.com/Adityo Wisnu Wuling Cortez Darion EV

Wuling Motors mencatat penjualan lebih dari 4.000 unit untuk model elektrifikasi terbarunya, Wuling Darion, sejak diperkenalkan kepada publik pada 5 November 2025.

Marketing Operation Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, capaian tersebut menunjukkan respons positif konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan perusahaan.

Baca juga: Wuling Darion Diklaim Terjual 4.000 Unit, Varian EV Mendominasi

4. Casan Makin Canggih, Tapi Daya Masuk Mobil Listrik Masih Terbatas

Charge+ dan KG Properti Resmikan SPKLU Ultra Fast di Urban Hub Palmerahkompas.com/nanda Charge+ dan KG Properti Resmikan SPKLU Ultra Fast di Urban Hub Palmerah

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau