Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakai Roof Box Saat Mudik, Jangan Ganggu Keseimbangan Mobil

Kompas.com, 15 Maret 2026, 16:21 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki musim mudik Lebaran, sebagian pemilik mobil memanfaatkan roof box untuk menambah kapasitas barang bawaan.

Aksesori yang dipasang di atap mobil ini dianggap praktis ketika bagasi belakang tidak lagi cukup menampung barang.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, penggunaan roof box sering kali hanya mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya.

Padahal, pemasangannya harus disesuaikan dengan kondisi kendaraan dan barang yang dibawa.

Baca juga: Pakai Roof Box Saat Libur Nataru, Ingat Dampaknya ke Stabilitas Mobil

Ilustrasi Honda BR-V saat menggunakan roof box lansiran Thulekompas.com Ilustrasi Honda BR-V saat menggunakan roof box lansiran Thule

Sony menjelaskan, perjalanan mudik identik dengan jarak jauh dan waktu tempuh panjang, bahkan sering melintasi beberapa provinsi. Dengan risiko perjalanan yang tinggi, barang bawaan harus diperhitungkan secara matang.

“Untuk itu barang bawaan perlu diperhatikan jumlahnya, bobotnya, jenisnya, dan cara membawanya. Masalah muncul ketika barang yang dibawa berlebihan, melebihi kemampuan kendaraan,” ujar Sony.

Sony menjelaskan, idealnya pabrikan sudah mendesain bagasi mobil sesuai dengan keperluan. Tapi yang keliru, orang menambah kapasitas bagasi dengan roof box tapi ditambah dengan bawaan yang berlebihan.

Baca juga: Mobil Hybrid Parkir di Bawah Terik Matahari, Amankah Baterainya?

Sony menambahkan, roof box sebenarnya boleh saja digunakan selama memperhatikan dimensi kendaraan serta tidak mengganggu keseimbangan mobil. Barang yang dimasukkan sebaiknya ringan agar tidak mengubah pusat gravitasi kendaraan.

“Pastikan tidak mengubah center of gravity, artinya barang yang diisi sebaiknya yang ringan dan kecepatan kendaraan tidak lebih dari 80 kilometer per jam,” kata Sony.

Selain itu, gaya berkendara juga harus lebih halus ketika mobil menggunakan roof box. Pengemudi disarankan menghindari manuver mendadak karena posisi beban berada di bagian atas kendaraan.

“Sudah pasti harus halus, terutama saat stop and go. Kurangi koreksi setir berlebihan dan jangan sering berpindah lajur. Saat melewati gerbang tol atau area terbatas, pastikan juga ketinggiannya sesuai,” kata Sony.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau