Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BBM Disimpan Terlalu Lama Bisa Rusak, Ini Dampaknya ke Mesin

Kompas.com, 31 Maret 2026, 11:42 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas bahan bakar minyak (BBM) dapat menurun jika disimpan terlalu lama, bahkan berpotensi memengaruhi kinerja mesin kendaraan.

Perubahan ini terjadi karena komposisi kimia BBM bisa mengalami degradasi seiring waktu, terutama jika penyimpanannya tidak ideal.

Menurut Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Tri Yuswidjajanto Zaenuri, BBM bukanlah zat tunggal, melainkan campuran kompleks dari berbagai komponen kimia yang dapat mengalami perubahan selama penyimpanan.

Baca juga: Simak, Ini Penyebab Mobil Tiba-Tiba Mogok di Jalan

"BBM terdiri dari berbagai senyawa kimia yang bisa saling bereaksi membentuk senyawa baru seiring waktu penyimpanan, sehingga spesifikasinya dapat berubah," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, perubahan tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti paparan udara, suhu, serta lamanya waktu penyimpanan. Dalam kondisi tertentu, komponen ringan dalam BBM juga dapat menguap, sehingga mengubah komposisi awalnya.

"Selain reaksi kimia, ada juga potensi penguapan fraksi ringan yang menyebabkan nilai oktan atau karakteristik pembakaran ikut berubah," kata Tri.

Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga.AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA Kendaraan bermotor mengantre di sebuah SPBU Caltex di provinsi Chiang Rai, Thailand utara, Selasa (17/3/2026), menyusul gangguan impor minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah. Dari ibu kota Bangkok hingga Chiang Rai di ujung utara negara itu, para pengemudi dan pengendara di Thailand mengantre untuk mendapatkan BBM kelangkaan semakin memburuk dan potensi kenaikan harga.

Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Perubahan komposisi ini dapat memengaruhi proses pembakaran di dalam mesin, yang pada akhirnya berdampak pada performa kendaraan hingga efisiensi bahan bakar.

Pada kendaraan modern, efeknya bahkan bisa lebih kompleks. BBM yang sudah mengalami degradasi berpotensi menyebabkan pembakaran tidak sempurna, memicu kerak di ruang bakar, hingga mengganggu kerja sistem injeksi.

Tak hanya itu, dalam jangka panjang kondisi ini juga bisa mempercepat keausan komponen mesin. Hal ini karena senyawa hasil reaksi atau kontaminasi dapat mengubah sifat pelumasan dan pembakaran di dalam mesin.

Karena itu, Tri mengingatkan agar pemilik kendaraan tidak menyimpan BBM terlalu lama, terutama di wadah terbuka atau tidak kedap udara.

Baca juga: Produsen Pelumas Ini Ajak Nobar Japanese GP 2026 di Kemang

Selain itu, penting juga memastikan BBM yang digunakan tetap sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan kendaraan.

"Kalau spesifikasinya sudah berubah, meskipun awalnya sesuai standar, tetap berpotensi menimbulkan masalah pada mesin," kata Tri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau