Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik 2019, Tol Terbanggi Besar-Palembang Dibuka Fungsional

Kompas.com, 12 Mei 2019, 04:00 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan membuka secara fungsional Jalan Tol Trans-Sumatera mulai dari ruas Terbanggi Besar sampai Palembang saat mudik Lebaran 2019.

Dengan demikian, tol tersebut bisa menjadi alternatif selain jalan nasional bagi para pemudik, sekaligus menghubungkan ruas tol yang telah beroperasi dari Bakauheni ke Terbanggi Besar.

"Saat peresmian Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar pada Maret 2019, ruas ini hingga ke Palembang, kendalanya hanya satu, yaitu belum selesainya Jembatan Kali Sodong. Saat ini sudah selesai, untuk itu akan difungsionalkan dari Terbanggi Besar ke Palembang dengan kondisi seluruhnya perkerasan beton atau rigid pavement,” ucap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/5/2019).

Dia menambahkan, beberapa hal yang perlu diselesaikan yaitu rambu dan lampu jalan, serta pembangunan Tempat Istirahat Sementara (TIS).

Baca juga: Pemudik, Catat Tarif Lengkap Tol Sebelum Pulang Kampung

Basuki mengatakan, dengan dibukanya secara fungsional ruas tol tersebut, pemudik bisa memanfaatkan jalan tol dari Bakauheni hingga Palembang yang sudah operasional, yakni Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,9 kilometer dan sebagian lainnya masih fungsional.

Dalam rangka hari raya, semua pekerjaan konstruksi akan dihentikan mulai dari H-10 hingga H+10 Lebaran tahun ini.

Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang akan dibuka dua jalur, baik dari arah Bakauheni maupun sebaliknya, saat dibuka fungsional untuk arus mudik tahun ini.

"Namun, untuk ruas Pematang Panggang-Kayu Agung baru bisa dibuka untuk satu jalur. Untuk yang ke arah sebaliknya belum bisa, masih satu jalur dua lane saja. Kemudian langsung ke Jakabaring. Semua sudah bisa tersambung. Untuk pengaturan lalu lintasnya, kami serahkan kepada Korlantas Polri," imbuh Basuki.

Pembangunan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 189 kilometer dilakukan dengan menggunakan investasi sebesar Rp 21,95 triliun.

Perkembangan hingga saat ini untuk Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang sepanjang 112 kilometer sudah mencapai 91,24 persen dan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung sepanjang 77 kilometer sudah 95 persen.

Basuki pun berpesan kepada para pengguna jalan agar menjaga perilaku berkendara dengan menaati semua peraturan dan rambu lalu lintas sehingga perjalanan mudik tahun ini bisa berjalan lancar, aman, dan nyaman.

"Transportasi itu tujuannya adalah agar safer, faster, dan cheaper. Semua ini bisa dicapai paling tidak dengan tiga kondisi, yaitu perbaikan kondisi prasarananya, manajemen lalu lintas, dan perilaku penggunaan jalan," pungkasnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau