Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hanya 4 Jam, Bakauheni-Palembang Lewat Tol Trans Sumatera

Kompas.com, 25 Agustus 2019, 20:17 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Efisiensi waktu tempuh perjalanan merupakan salah satu tujuan dan manfaat infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera dibangun.

Tentu saja, hal ini selain menciptakan pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi baru, juga meningkatkan daya saing kawasan-kawasan yang dilintasi. 

Jika kelak seluruh ruas mulai dari ujung selatan Provinsi Lampung hingga Provinsi Sumatera Selatan yakni Bakauheni-Palembang rampung dibangun, waktu tempuh menjadi hanya 4 jam.

Baca juga: Kompas.com Gelar Merapah Trans Sumatera 2019

Waktu tempuh 4 jam tersebut untuk kondisi tol saat ini atau belum sepenuhnya operasional.

Adapun progres fisik pembangunan ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang yang membentang sepanjang 112 kilometer saat ini sudah mencapai 98 persen. Capaian tersebut merupakan catatan per Juli 2019.

Namun demikian, kendati sudah siap untuk dioperasikan, hingga kini belum terdapat informasi lengkap mengenai waktu peresmian tol ini.

Antusias

Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera terbukti telah menjadi favorit masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Tak hanya sebagai penunjang kegiatan pribadi juga bisnis dan logistik.

Terutama untuk ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Kepala Cabang Hutama Karya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Hanung Hanindito mengatakan, pasca diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Maret 2019, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sangat diminati masyarakat.

"Kendati pun saat sudah bertarif sejak 17 mei 2019, antusiasme masyarakat tak juga surut. Kami mencatat Lalu lintas Harian Rata-rata (LH) yang melintasi tol ini sekitar 9.000 kendaran," ungkap Hanung kepada Kompas.com, Minggu (25/8/2019).

Baca juga: 5 Ruas Tol Bakal Dilintasi Tim Merapah Trans Sumatera 2019

Hanung menambahkan, angka ini merupakan 52 persen dari total target LHR yang ditetapkan.

Umumnya, masyarakat pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Besar merasakan efisiensi waktu dan tenaga saat menggunakan jalan berbayar ini.

"Waktu tempuh yang terpangkas bisa nyaris separuhnya lebih cepat dibanding menggunakan jalur reguler," imbuh Hanung.

PT Hutama Karya mendapat penugasan dari Presiden Jokowi melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor Nomor 117 Tahun 2015, untuk membangun 2.770 kilometer Jalan Tol Trans Sumatera dengan prioritas 8 ruas pertama hingga tahun 2019 sepanjang 650 kilometer.

Baik ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar maupun Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Sumatera yang akan dilintasi Tim Kompas.com Merapah Trans Sumatera 2019.

Untuk mendapatkan informasi lengkap terkait progres fisik pembangunan Tol Trans Sumatera, destinasi wisata dan kuliner, serta perkembangan urban perkotaan di Pulau Sumatera, ikuti terus perjalanan Tim Kompas.com Merapah Trans Sumatera melalui tautan berikut ini:

Merapah Trans Sumatera 2019 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau