Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Situasi Pelabuhan Bakauheni pada Malam Puncak Arus Balik, Kantong Parkir Dipenuhi Kendaraan

Kompas.com, 28 Maret 2026, 22:48 WIB
Rasyid Ridho,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BAKAUHENI, KOMPAS.com – Pelabuhan Bakauheni, Lampung, dipadati ribuan kendaraan pada malam puncak arus balik Lebaran 2026 fase kedua, Sabtu (28/3/2026).

Antrean kendaraan terpantau memenuhi kantong-kantong parkir dermaga menunggu giliran masuk ke kapal.

Kantong parkir diisi kendaraan roda empat atau pribadi, ada juga bus dengan muatan penuh penumpang di dalamnya.

Baca juga: Pelabuhan Bakauheni dan Ketapang Padat Malam Ini, ASDP Terapkan Skema Tiba Bongkar Berangkat

Sementara itu, pemudik motor yang memenuhi tenda tunggu pun memanfaatkan waktu untuk giliran masuk ke kapal dengan meregangkan tubuh, membeli kopi, hingga ke toilet.

Sementara pemudik pejalan kaki pada malam puncak terpantau menurun dibandingkan pada siang hari.

Baca juga: Malam Puncak Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni, Akan Ada 25.000 Kendaraan yang Menyeberang

Kondisi kepadatan di area parkir dermaga memaksa sejumlah pemudik untuk bersabar ekstra.

Salah satunya Ilyas (37), pemudik asal Lahat, Sumatra Selatan, yang hendak kembali ke Pulau Jawa menggunakan mobil pribadi.

"Sudah beli tiket jauh-jauh hari, jadi memang tidak bisa menghindari malam puncak ini," ujar Ilyas kepada Kompas.com di dermaga 6 Pelabuhan Bakauheni.

Meski terjebak kepadatan di area pelabuhan, ia mengaku tetap menikmati perjalanan bersama keluarganya usai merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Hingga malam ini, tren peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terus berlangsung hingga dini hari.

Petugas pelabuhan terus melakukan percepatan proses bongkar muat guna mengurai antrean yang memanjang di akses masuk dermaga eksekutif maupun reguler.

"Untuk yang hari ini sampai dengan pukul 15.30 itu sudah 18.636 kendaraan. Dan kemungkinan akan terus bertambah sampai malam hari nanti, kemungkinan bisa mencapai 25.000 sampai 27.000 kendaraan," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo kepada wartawan Sabtu.

Heru mengatakan, jika kepadatan terjadi di Bakauheni, maka akan diberlakukan skema penyebrangan tiba bongkar berangkat (TBB) di Pelabuhan Merak.

TBB itu diperlukan untuk mempercepat pergerakan kapal untuk membawa penumpang di Bakauheni.

"Jadi kapal yang mengangkut kendaraan dari sini, nanti mereka hanya membongkar kendaraan di Merak, kemudian akan kembali dan mengambil kendaraan ke sini kembali," ujar Heru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Situasi Pelabuhan Bakauheni pada Malam Puncak Arus Balik, Kantong Parkir Dipenuhi Kendaraan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat