BAKAUHENI, KOMPAS.com — Pergerakan pemudik dari Sumatera menuju Pulau Jawa diprediksi mencapai puncaknya pada gelombang kedua, Sabtu (28/3/2026) hingga Minggu (29/3/2026).
Prediksi ini seiring akan dimulainya kembali aktivitas perkantoran dan sekolah pada Senin (30/3/2026).
“Distribusi arus yang lebih merata menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran layanan," kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Baca juga: Pemudik Ramai, Pedagang Kopi di Bakauheni Keluhkan Omzet Turun
Berdasarkan data Posko Bakauheni, jumlah kumulatif penumpang yang telah kembali ke Jawa sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 mencapai 620.094 orang.
Angka tersebut setara dengan 68 persen dari total 913.533 orang yang berangkat dari Jawa saat arus mudik.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang telah kembali tercatat sebanyak 157.672 unit atau sekitar 74 persen dari total 213.940 unit saat periode mudik.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 32 persen pemudik yang diperkirakan akan kembali pada akhir pekan ini.
Baca juga: Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Padati Pelabuhan Bakauheni
Menghadapi potensi lonjakan penumpang, pihak ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus balik.
Menurut Heru, kesiapan armada, optimalisasi operasional, serta kesadaran masyarakat untuk menghindari periode puncak menjadi faktor penting.
“Hingga penerapan delaying system terintegrasi di sejumlah buffer zone untuk mengurai antrean,” ujarnya.
Selain itu, ASDP juga melakukan penyesuaian pola operasi kapal sesuai tingkat kepadatan dan pengalihan arus kendaraan secara situasional.
Sebelumnya, puncak arus balik gelombang pertama tercatat terjadi pada Selasa (24/3/2026).
Dalam periode 24 jam, jumlah penumpang mencapai 129.794 orang dengan total kendaraan 35.686 unit yang diseberangkan ke Pelabuhan Merak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang