BAKAUHENI, KOMPAS.com - Arus pergerakan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada Kamis (26/3/2026) siang.
Pantauan jurnalis Kompas.com sejak pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, seluruh kantong parkir atau buffer zone dermaga dipenuhi kendaraan yang didominasi minibus atau roda empat yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Merak, Banten.
Gelombang kendaraan dari arah Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan jalan lintas Sumatera terus mengalir masuk ke area pelabuhan.
Baca juga: Arus Balik, Kendaraan Terjebak Macet di KM 188 Tol Cipali Kabupaten Cirebon
Kondisi paling mencolok terlihat di area parkir dermaga eksekutif 7 dan 1. Ratusan mobil pribadi tampak memenuhi slot parkir tunggu sebelum diarahkan masuk ke kapal.
Meski terjadi kepadatan di buffer zone, aliran kendaraan menuju pintu masuk (gate) tiket terpantau masih lancar, tidak ada antrean panjang, termasuk di akses jalan utama pelabuhan.
Kondisi diperkirakan akan tetap ramai hingga sore hari nanti, mengingat tren perjalanan lintas antarpulau yang terus meningkat menjelang akhir pekan.
Tak hanya kendaraan, penumpang pejalan kaki pun membeludak. Mereka tiba menggunakan moda transportasi bus, lalu melanjutkan penyeberangan.
Baca juga: Arus Balik Lebaran, Keberangkatan Bus di Terminal Sumenep Molor Berjam-jam
Setibanya di area dermaga 7, mereka kemudian check-in di konter, lalu menunggu di area tunggu yang telah dipadati penumpang.
Petugas pun mengatur dan membagi penumpang ke sejumlah kelompok agar kapasitas kapal tidak overload.
Berdasarkan data, masih ada sekitar 506.011 orang belum kembali ke Jawa dari total jumlah orang saat periode mudik ke Sumatera sebanyak 898.864 orang.
Sedangkan total kendaraan yang telah kembali ke Jawa baru 44 persen atau 106.793 unit dari total 239.920 unit kendaraan saat periode arus mudik.
Baca juga: Kapolres: 200.000 Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan telah menyiapkan skenario menghadapi lonjakan penumpang.
Dikatakan Partogi, operasional kapal disiapkan antara 28 hingga 33 unit per hari, menyesuaikan tingkat kepadatan.
Selain itu, pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal dan menjaga kelancaran arus kendaraan.
Optimalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan buffer zone di sejumlah titik strategis, seperti Km 49 B, Km 20 B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati di Bakauheni.
Baca juga: Arus Balik di Tol Purbaleunyi pada H+4 Idul Fitri Mulai Lengang