Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Sambas Temukan Jasad Bayi Terbungkus Plastik, Ada Pesan "Tolong Dimakamkan Anakku"

Kompas.com, 1 April 2026, 12:12 WIB
Hendra Cipta,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

SAMBAS, KOMPAS.com — Warga Desa Kartiasa, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan yang terbungkus kantong plastik hitam pada, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di area sekitar masjid setempat dan disertai dengan tulisan “Tolong dimakamkan anakku Syalwa!!!”.

Kasi Humas Polres Sambas, AKP Sadoko mengatakan, penemuan bermula saat seorang saksi berinisinisial J hendak menuju masjid untuk mempersiapkan shalat Subuh.

“Setibanya di pintu masjid, saksi melihat sebuah bungkusan mencurigakan berupa kantong plastik hitam yang terikat rapat,” kata Sadoko dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).

Awalnya, saksi mengira bungkusan tersebut hanyalah sampah biasa yang tertinggal di sekitar lokasi.

Baca juga: Hendak Cari Tanaman Kumis Kucing, Warga Gresik Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kresek

Namun, kecurigaan muncul setelah ia melihat secarik kertas yang menempel pada kantong tersebut bertuliskan “Tolong dimakamkan anakku Syalwa!!!”.

Merasa ada kejanggalan, saksi tidak berani membuka bungkusan seorang diri.

Ia kemudian memanggil beberapa jemaah lain yang mulai berdatangan ke masjid.

“Bersama-sama, mereka memeriksa bungkusan tersebut,” ucap Sadoko.

Saat dibuka, warga dikejutkan dengan temuan sesosok bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.

Peristiwa itu kemudian segera dilaporkan kepada kepala dusun setempat.

Laporan tersebut diteruskan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

“Setelah mendapat laporan, kami segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan barang bukti yang diperlukan,” ungkap Sadoko.

Baca juga: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kotak Sampah di Palembang

Telusuri Identitas Orangtua Bayi

Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang pertama kali menemukan bungkusan tersebut guna mendapatkan informasi awal terkait kejadian.

“Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sambas untuk penanganan lebih lanjut, termasuk keperluan visum guna memastikan penyebab kematian,” tambah Sadoko.

Halaman:


Terkini Lainnya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Regional
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Regional
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Warga Sambas Temukan Jasad Bayi Terbungkus Plastik, Ada Pesan "Tolong Dimakamkan Anakku"
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat