Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hendak Cari Tanaman Kumis Kucing, Warga Gresik Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kresek

Kompas.com, 26 Maret 2026, 06:50 WIB
Hamzah Arfah,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

GRESIK, KOMPAS.com - Seorang bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Gresik, Jawa Timur dalam keadaan meninggal dunia dan terbungkus kresek.

Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram mengatakan, awalnya bayi tersebut ditemukan oleh Maskut (47), warga desa setempat pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Sekira pukul 11.30 WIB, saksi (Maskut) mencari tanaman jenis kumis kucing di lahan kosong, di jalan Desa Mojosarirejo. Saat mencari tanaman, saksi melihat ada kresek (tas plastik) warna hitam tergeletak di pinggir jalan," ujar Musihram, Kamis (26/3/2/2026).

Merasa penasaran, lanjut Musihram, warga tersebut kemudian mengecek dengan memegang bagian luar tas plastik tersebut.

Baca juga: Mayat Bayi Terbungkus Kresek Ditemukan di Aliran Sungai Banyuwangi

Usia Diperkirakan 2 Pekan

Kapolsek mengatakan, saat itu Maskut merasakan seperti memegang benda lunak berbentuk bayi.

"Tetapi tidak berani membuka dan melaporkan penemuan tersebut ke perangkat desa," ucapnya.

Oleh perangkat Desa Mojosarirejo, temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Driyorejo.

Pihaknya kemudian mendatangi lokasi bersama bidan desa.

Selanjutnya, jasad bayi dibawa ke Puskesmas Karangandong untuk dibuka tas plastik yang membungkusnya.

"Diperkirakan belum meninggal dari 24 jam, dan perkiraan umur kurang lebih dua minggu," kata Musihram.

Baca juga: Bayi Dibuang, Dimasukkan dalam Karung Beras Bulog di Distrik Sentani

Menurut keterangan awal dari pihak Puskesmas Karangandong, Kompol Musihram mengatakan, bayi laki-laki tersebut memiliki berat 3 kilogram, dengan panjang 51 sentimeter, serta terdapat luka di bagian kening.

"Dimungkinkan bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap, sehingga orang tuanya tidak menghendaki kelahiran bayi tersebut. Sehingga dibuang di TKP (Tempat Kejadian Perkara) hingga meninggal dunia," tuturnya.

Usai dilakukan pemeriksaan awal di Puskesmas Karangandong, jasad bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina guna pemeriksaan lanjutan.

Baca juga: Siswi SMK di Banjarnegara Melahirkan di Toilet Sekolah, Bayi Dibuang ke Plafon

Sementara ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap orang tua yang telah tega membuang bayi itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Regional
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
Regional
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Regional
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Hendak Cari Tanaman Kumis Kucing, Warga Gresik Temukan Jasad Bayi Terbungkus Kresek
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat