Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Ada Jembatan, Petani di Sompobia Bone Berenang Seberangi Sungai Saat Hendak ke Sawah

Kompas.com, 1 April 2026, 11:46 WIB
Abdul Haq ,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

BONE, KOMPAS.com - Para petani Dusun Sompobia, Desa Tadangpalie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone harus memikul gabah hasil panen melewati sungai sedalam 1,5 meter karena tidak ada jembatan.

Kondisi seperti ini mereka alami selama puluhan tahun. Agar bisa menyeberang, petani bahkan berenang di sungai selebar 50 meter itu.

"Kami di sini sejak dulu begini baik musim tanam sampai angkut gabah hasil panen dengan cara berenang lewat sungai karena tidak ada jembatan di sini kalau kedalaman sungai sampai leher" kata Naharuddin (33), salah seorang petani saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Rabu, (1/4/2026).

Informasi yang dihimpun Kompas.com area persawahan di wilayah tersebut mencakup 100 hektar yang lokasinya berada di seberang sungai.

Baca juga: Akses ke Wisata Madakaripura Sempat Putus, Kini Ada Jembatan Darurat buat Roda Dua

Bahkan, untuk mengangkut mesin pertanian seperti traktor juga harus melalui sungai tersebut.

Bangun Jembatan Bambu

Agar bisa menyeberang, warga setempat terkadang menggunakan jembatan bambu yang dibangun secara gotong royong.

Namun, jembatan tersebut beberapa kali mengalami kerusakan, sehingga warga cenderung memilih berenang.

"Ada jembatan bambu yang kami bangun sendiri tapi sering roboh, sudah beberapa orang yang jadi korban pas lewat jembatan roboh," kata Naharuddin.

Hermansyah, Kepala Dusun Sompobia mengatakan, sebenarnya di wilayah tersebut terdapat jembatan yang kerap dilalui oleh warga namun berjarak 7 kilometer dari area persawahan.

"Sebenarnya ada jembatan tapi cukup jauh sekitar tujuh kilometer jaraknya jadi warga lebih memilih lewat sungai," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon pada Rabu, (1/4/2/2026).

Baca juga: Jembatan Sungai Widodaren Pati Nyaris Putus Akibat Longsor, Akses Warga Terancam Lumpuh

Untuk mengangkut hasil panen, sebenarnya warga juga memiliki alternatif lain untuk mengangkut hasil panen menggunakan jasa ojek dengan biaya Rp 10 ribu per karung.

"Sebenarnya bisa pakai ojek gabah tapi harganya mahal satu karung sepuluh ribu dari sawah ke rumah jadi kalau puluhan karung kan lumayan jadinya warga lebih memilih mengangkut sendiri gabahnya" kata Hermansyah.

Baca juga: Jembatan Gunung Sari di Berau Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Khawatir Ambruk

Hermansyah mengaku telah beberapa kali mengusulkan pembangunan jembatan untuk para petani kepada pemerintah namun hingga saat ini belum ada realisasi.

"Tiap tahun kami kalau Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) agar dibangun jembatan tapi sampai saat ini belum terpenuhi" kata Hermansyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Regional
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
Regional
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Regional
Sertu Ichwan asal Magelang Gugur di Lebanon, Megawati hingga Menteri Kirim Karangan Bunga
Sertu Ichwan asal Magelang Gugur di Lebanon, Megawati hingga Menteri Kirim Karangan Bunga
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Tak Ada Jembatan, Petani di Sompobia Bone Berenang Seberangi Sungai Saat Hendak ke Sawah
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat