Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Blitar Naik 12 Persen Jadi 915 Orang

Kompas.com, 31 Maret 2026, 20:30 WIB
Asip Agus Hasani,
Andi Hartik

Tim Redaksi

BLITAR, KOMPAS.com – Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang telah melunasi biaya dan memenuhi syarat untuk berangkat ibadah haji pada 2026 sebanyak 915 orang.

Angka tersebut naik sekitar 12,5 persen dibandingkan jumlah jemaah haji tahun lalu sekitar 800 orang.

Staf pada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blitar, Agus Amirudin, mengatakan bahwa kenaikan jumlah calon jemaah haji itu seiring dengan kenaikan kuota haji untuk wilayah Embarkasi Jawa Timur atau Surabaya.

“Karena memang kuota untuk Jawa Timur bertambah, dari 30.000 hingga 35.000 di tahun-tahun sebelumnya sekarang 42.000 lebih,” ujar Agus saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: 1.559 Jemaah Haji Asal Kalteng Siap Berangkat Tahun Ini, Kesehatan Lansia Jadi Perhatian

Calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar tersebut, kata Agus, terbagi dalam empat kelompok penerbangan (kloter), yakni Kloter 106, Kloter 107, Kloter 108, dan Kloter 109.

Kloter 106 akan berangkat bersama beberapa kloter jemaah haji asal Kota Blitar pada 18 Mei 2026.

Sedangkan tiga kloter sisanya berangkat pada hari berikutnya, 19 Mei 2026.

“Seluruh kloter jemaah haji Kabupaten Blitar masuk pada gelombang kedua pemberangkatan haji,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pemberangkatan jemaah haji di Indonesia terbagi dalam dua gelombang.

Baca juga: Menhaj Akui Biaya Haji 2026 Dapat Naik imbas Lonjakan Harga Avtur

Di Jawa Timur, gelombang pertama dengan jadwal pemberangkatan pertama mulai 21 April 2026 mendatang, terdiri dari 56 kloter, yakni Kloter 1 hingga Kloter 56.

“Yang ikut gelombang pertama, antara lain, jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo. Mereka masuk Kloter 1 sampai 3,” tuturnya.

Termuda 18 tahun

Dari 915 calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar, kata Agus, terdapat calon termuda berusia 18 tahun, yakni M Hasbi Huda, warga Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro.

“Dia merupakan calon jemaah haji pelimpahan. Jadi orangtuanya yang sudah mendaftar haji meninggal kemudian dilimpahkan ke anaknya,” terang Agus.

Sedangkan calon jemaah haji tertua asal Kabupaten Blitar adalah Ali Munib, warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, yang berusia 90 tahun.

Kata Agus, semua calon jemaah haji tersebut telah mengikuti tes kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan setempat dan dinyatakan memenuhi syarat kondisi kesehatan.

Agus menambahkan bahwa biaya haji tahun 2026 untuk Embarkasi Jawa Timur turun sekitar Rp 400.000 dibandingkan tahun 2025, dari Rp 60.900.000 menjadi Rp 60.500.000.

“Waktu mendaftar membayar Rp 25 juta dan setelah mendapat giliran berangkat melakukan pelunasan sisa kekurangannya,” pungkas Agus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
Surabaya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau