BLITAR, KOMPAS.com – Jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang telah melunasi biaya dan memenuhi syarat untuk berangkat ibadah haji pada 2026 sebanyak 915 orang.
Angka tersebut naik sekitar 12,5 persen dibandingkan jumlah jemaah haji tahun lalu sekitar 800 orang.
Staf pada Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blitar, Agus Amirudin, mengatakan bahwa kenaikan jumlah calon jemaah haji itu seiring dengan kenaikan kuota haji untuk wilayah Embarkasi Jawa Timur atau Surabaya.
“Karena memang kuota untuk Jawa Timur bertambah, dari 30.000 hingga 35.000 di tahun-tahun sebelumnya sekarang 42.000 lebih,” ujar Agus saat ditemui Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: 1.559 Jemaah Haji Asal Kalteng Siap Berangkat Tahun Ini, Kesehatan Lansia Jadi Perhatian
Calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar tersebut, kata Agus, terbagi dalam empat kelompok penerbangan (kloter), yakni Kloter 106, Kloter 107, Kloter 108, dan Kloter 109.
Kloter 106 akan berangkat bersama beberapa kloter jemaah haji asal Kota Blitar pada 18 Mei 2026.
Sedangkan tiga kloter sisanya berangkat pada hari berikutnya, 19 Mei 2026.
“Seluruh kloter jemaah haji Kabupaten Blitar masuk pada gelombang kedua pemberangkatan haji,” ujarnya sembari menambahkan bahwa pemberangkatan jemaah haji di Indonesia terbagi dalam dua gelombang.
Baca juga: Menhaj Akui Biaya Haji 2026 Dapat Naik imbas Lonjakan Harga Avtur
Di Jawa Timur, gelombang pertama dengan jadwal pemberangkatan pertama mulai 21 April 2026 mendatang, terdiri dari 56 kloter, yakni Kloter 1 hingga Kloter 56.
“Yang ikut gelombang pertama, antara lain, jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo. Mereka masuk Kloter 1 sampai 3,” tuturnya.
Dari 915 calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar, kata Agus, terdapat calon termuda berusia 18 tahun, yakni M Hasbi Huda, warga Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro.
“Dia merupakan calon jemaah haji pelimpahan. Jadi orangtuanya yang sudah mendaftar haji meninggal kemudian dilimpahkan ke anaknya,” terang Agus.
Sedangkan calon jemaah haji tertua asal Kabupaten Blitar adalah Ali Munib, warga Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, yang berusia 90 tahun.
Kata Agus, semua calon jemaah haji tersebut telah mengikuti tes kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan setempat dan dinyatakan memenuhi syarat kondisi kesehatan.
Agus menambahkan bahwa biaya haji tahun 2026 untuk Embarkasi Jawa Timur turun sekitar Rp 400.000 dibandingkan tahun 2025, dari Rp 60.900.000 menjadi Rp 60.500.000.
“Waktu mendaftar membayar Rp 25 juta dan setelah mendapat giliran berangkat melakukan pelunasan sisa kekurangannya,” pungkas Agus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang