Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean SPBU Jember Berlanjut, Bupati Fawait: Harga BBM Tidak Naik

Kompas.com, 1 April 2026, 06:54 WIB
Mega Silvia,
Reni Susanti

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com — Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu kepanikan warga Kabupaten Jember, Jawa Timur. Akibatnya, terjadi antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sejak Selasa (31/3/2026), warga memadati SPBU, terutama untuk jenis pertamax.

“Ini amazing bagi saya, di saat harga minyak dunia hari ini fluktuatif dan gila-gilaan, negara tetangga sudah mulai kelabakan, bahkan naiknya sudah besar, Indonesia satu-satunya negara di ASEAN yang tidak menaikkan harga BBM,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: 2 Hari Warga Ambon Serbu SPBU meski Ada Jaminan Stok BBM Aman

Antrean Tetap Terjadi

Meski pemerintah pusat telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM per 1 April 2026, antrean masih terlihat pada Rabu pagi.

Salah satunya terjadi di SPBU Kecamatan Kalisat.

Padahal, pihak SPBU telah memasang pengumuman di dekat nozel bahwa harga BBM tetap dan tidak mengalami kenaikan.

Baca juga: Antrean Terjadi di Sejumlah SPBU Surabaya, Khawatir Harga BBM Naik

Stok Dipastikan Aman

Fawait memastikan tidak ada kelangkaan BBM di lapangan.

Namun, ia menyebut kemungkinan adanya pembatasan atau pengurangan distribusi merupakan hal yang wajar.

“BBM kita stoknya aman. Namun ketika kita tidak bijak, nanti itu akan memperparah atau memperbanyak beban pemerintah untuk subsidi BBM,” ujarnya.

Fawait mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Pemerintah Kabupaten Jember, kata dia, juga mulai memberi contoh dengan penggunaan kendaraan dinas secara bersama-sama untuk menghemat konsumsi BBM.

Selain itu, Pemkab Jember juga siap menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) jika ada instruksi dari pemerintah pusat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Teror Buaya di Sungai Tunjung Bangkalan dan Misteri Hilangnya Ibu Anak di Lokasi yang Sama
Surabaya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Beda Petis Madura dan Petis Surabaya, dari Bahan Baku, Tekstur, hingga Sejarahnya
Surabaya
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Tabrak Truk Parkir, Ibu dan Balita di Jombang Tewas
Surabaya
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
7 ASN Kota Pasuruan Bolos Hari Pertama Kerja, Ancaman Sanksi Menanti
Surabaya
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Hemat BBM, ASN Pamekasan Diminta Bersepeda, Model WFH Masih Dibahas
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau