Kementerian Pertahanan RI Tanda Tangani Kontrak Pembelian 2 Airbus A400M

Kompas.com, 18 November 2021, 16:25 WIB
Reska K. Nistanto,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan RI resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) pembelian dua pesawat Airbus A400M untuk TNI-AU dalam konfigurasi multirole tanker dan transport. Hal ini diumumkan di situs resmi Airbus.

Kontrak pembelian dua pesawat A400M TNI-AU ini ditandatangani di sela-sela Dubai Airshow 2021, dan akan berlaku efektif pada 2022. Perjanjian tersebut mencakup paket dukungan pemeliharaan dan pelatihan yang lengkap.

Dalam LoI tersebut juga dimasukkan opsi tambahan pembelian empat pesawat A400M di masa yang akan datang.

“Pesanan baru ini akan semakin memperluas jejak A400M di kawasan Asia-Pasifik,” kata Michael Schoellhorn, CEO Airbus Defense and Space, dikutip KompasTekno dari situs resmi Airbus.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Prioritas Airbus A400M di Asia Pasifik

Airbus A400M, menurut Schoellhorn, menawarkan kemampuan luar biasa untuk Indonesia, terutama TNI-AU. Pesawat A400 M dinilai menjadi platform yang sempurna untuk mengirimkan muatan besar dan berat ke daerah-daerah terpencil.

Airbus A400M juga bisa melipatgandakan proyeksi kekuatan udara TNI-AU, berkat kemampuan pengisian bahan bakar di udara.

Selain itu, karena bisa beroperasi dari landasan pacu yang kasar dan pendek, Airbus A400M akan memperkuat kemampuan TNI-AU untuk secara cepat menanggapi krisis apa pun, seperti bencana alam tsunami atau gempa bumi.

“A400M adalah platform yang benar-benar multi-peran dan akan sangat meningkatkan kemampuan taktis udara-ke-udara Angkatan Udara Indonesia,” kata Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam laman rilis di situs resmi Airbus.

Pesawat angkut A400M milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force), didatangkan Airbus ke Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (6/3/2017).Reska K. Nistanto/KOMPAS.com Pesawat angkut A400M milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force), didatangkan Airbus ke Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (6/3/2017).

Pesawat ini, menurut Prabowo, akan memainkan peran kunci dalam misi-misi penting, termasuk terjun payung dan transportasi kargo berat.

“Kami juga berencana akuisisi A400M tambahan dalam waktu dekat, dengan pengembangan A400M di masa depan seperti pemadam kebakaran," kata Prabowo.

Baca juga: Menteri BUMN Akui Ada Penawaran Pesawat A400M dari Airbus

Airbus A400M adalah pesawat transport militer bermesin empat turboprop. Pesawat ini dirancang oleh divisi militer Airbus untuk mengganti atau melengkapi pesawat yang digunakan dalam peran angkutan udara taktis.

Pesawat ini juga beberapa kali pernah dipamerkan oleh Airbus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti pada Maret 2017, dan Agustus 2018.

Bahkan A400M milik AU Perancis juga pernah dipakai utuk mengirim bantuan ke Lombok saat dilanda gempa bumi pada Agustus 2018.

Sebelumnya rumor tentang pembelian pesawat A400M oleh pemerintah Indonesia telah mencuat sejak 2017. Kabar tentang LoI juga pernah muncul di situs berita kemiliteran luar negeri.

Namun baru kali ini pihak Airbus memberikan pengumuman penandatanganan kontrak LoI Airbus A400M oleh pemerintah Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau