"Eternal Return" Meluncur, Game MOBA dengan Karakter Mirip "Genshin Impact"

Kompas.com, 22 Agustus 2023, 14:00 WIB
Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber SteamDB

KOMPAS.com - Developer game asal Korea Selatan, Nimble Neuron resmi meluncurkan versi penuh alias 1.0 dari permainan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) besutannya, "Eternal Return" di PC lewat platform Steam.

Game gratis ini sebelumnya dirilis dalam versi early access sejak Oktober 2020. "Eternal Return" juga nantinya akan menyambangi konsol Xbox dan platform mobile, meski Nimble Neuron belum mengumbar tanggal peluncurannya.

Dalam game ini, sebanyak 18 pemain akan bertempur dalam sebuah pulau bernama "Lumia Island". Seperti "League of Legends" atau "Dota 2", pemain bisa memilih karakternya sendiri yang memiliki kemampuannya (skill) masing-masing.

Baca juga: 10 Rekomendasi Game MOBA Alternatif Mobile Legends

Eternal Return mengombinasikan gameplay MOBA dan battle royaleSteam Eternal Return mengombinasikan gameplay MOBA dan battle royale
Bedanya, setiap karakter ini dirancang dengan visual anime Jepang layaknya "Genshin Impact". Sejauh ini, terdapat 66 karakter yang bisa dimainkan di "Eternal Return", mulai dari Adela hingga Zahir.

Adela bisa memerintahkan bidak catur untuk melakukan serangan instan yang menyakitkan. Sementara itu, kemampuan Zahir menitikberatkan kecepatan dan bonus damage yang terus meningkat ketika melakukan serangan.

Eternal Return menghadirkan 66 karakter dengan kemampuan yang berbedaSteam Eternal Return menghadirkan 66 karakter dengan kemampuan yang berbeda
Selain desain karakter yang unik, "Eternal Return" juga menghadirkan mekanisme crafting ala "Fortnite".

Crafting sejatinya merupakan proses menggabungkan material yang dikumpulkan, untuk membuat item baru. Dalam konteks "Eternal Return", crafting digunakan untuk meningkatkan kekuatan senjata atau perlengkapan yang digunakan.

Permainan multiplayer ini juga membawa gameplay battle royale, misalnya pembatasan area bermain seiring berjalannya waktu, sistem supply drop, dan keharusan untuk mengeliminasi semua musuh untuk mencapai kemenangan.

"Kami mengambil inspirasi dari aspek bertahan hidup, mengumpulkan material, dan crating di genre MOBA, kemudian mencoba menggabungkannya dengan sistem combat pada genre battle royale," ungkap CEO Nimble Neuron, Seunghoo Kim.

Baca juga: Bukan Game MOBA atau FPS, Ini Game Pertama yang Dipertandingkan di Turnamen E-sports

Adapun "Eternal Return" dapat dimainkan bersama tiga teman lainnya dalam mode "Squad" dan "Ranked". Ada pula mode "Solo" dan "Duo", tetapi kedua mode tersebut dihapus secara sementara karena sedang dalam proses penyempurnaan.

Bila ingin mengasah kemampuan, pengguna bisa mencoba mode "Tutorial", "Practice Mode", dan "vs AI". Mode lainnya mencakup "Custom Games" di mana pemain bisa membuat lobi privat untuk berduel bersama sejumlah teman.

Dari segi kepopuleran, "Eternal Return" sukses mengumpulkan jumlah pemain secara bersamaan (concurrent) sebanyak 52.288 gamers pada tahap early access.

Hal ini merupakan sebuah pencapaian karena Nimble Neuron awalnya berharap untuk mengumpulkan 2.000 pemain.

Pantauan KompasTekno di situs data SteamDB, Selasa (21/8/2023), jumlah pemain yang sedang menikmati "Eternal Return" saat ini mencapai 8.744 gamers. Sementara itu, jumlah pemain bersamaan puncak (peak) hari ini mencapai 21.614 gamers.

Ke depannya, Nimble Neuron akan terus menyempurnakan "Eternal Return" sambil mendengarkan komunitas pemainnya yang setia.

Baca juga: Genshin Impact 4.0 Sudah Bisa Di-download, Ada Karakter Baru dan 600 Primogems Gratis

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau