Media Sosial Bluesky Kini Punya Fitur Trending Topic Mirip X Twitter

Kompas.com, 29 Desember 2024, 08:04 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber TechCrunch

KOMPAS.com - Platform mikroblog Bluesky, menambahkan fitur baru yang disebut "Trending Topic". Fitur ini diumumkan perusahaan melalui media sosial Bluesky dengan handle @bsky.app.

"Selamat Natal untuk Anda. Kami meluncurkan Trending Topic hari ini," kata pihak Bluesky mengumumkan fitur baru aplikasinya.

Sebagaimana namanya, fitur ini menampilkan topik yang sedang tren atau sedang banyak dibicarakan oleh pengguna di Bluesky. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui hal apa yang sedang populer hingga dibahas banyak orang.

Fitur ini mirip seperti Trending Topic di media sosial X (dahulu Twitter) serta media sosial lainnya.

Baca juga: Pengguna Bluesky Kini Bisa Kirim DM, Indonesia Sudah Kebagian

Trending Topic di Bluesky, dirilis ke semua platform Bluesky. Pantauan KompasTekno saat artikel ini ditulis, fitur Trending Topic sudah muncul di Indonesia, khususnya pada Bluesky versi web maupun aplikasi Bluesky Android versi 1.96.2.542.

Untuk mengakses Trending Topic di Bluesky, pengguna bisa mengeklik opsi pencarian lewat ikon kaca pembesar. Dari situ, pengguna akan diarahkan pada tampilan kolom pencarian. Nah, tepat di bawah kolom itu, akan terlihat daftar topik yang sedang tren hingga daftar rekomendasi.

Namun terdapat keterangan "Beta" pada tampilan fitur Trending Topic, menunjukkan bahwa fitur ini masih dalam tahap awal perilisan. Karena masih tahap awal, fitur ini terkadang hilang dan muncul lagi.

Menurut keterangan pihak Bluesky, fitur ini baru mendukung bahasa Inggris. Jadi, topik yang ditampilkan dalam fitur ini, hanya topik berbahasa Inggris saja.

Pantauan KompasTekno, daftar topik yang tren saat artikel ini ditulis antara lain Nintendo, Netflix, Squid Game hingga Kwanzaa, yaitu perayaan tahunan budaya Afrika-Amerika yang digelar dari 26 Desember - 1 Januari setiap tahunnya. Bila ditotal, Bluesky menampilkan setidaknya 14 topik yang sedang tren.

Tampilan fitur Trending Topic di aplikasi Bluesky AndroidKompas.com/Lely Maulida Tampilan fitur Trending Topic di aplikasi Bluesky Android

Fitur ini diatur aktif secara bawaan (default). Namun bila dirasa kurang nyaman, pengguna juga dapat menonaktifkan fitur ini dengan cara menghapus centang fitur trending topic di menu Pengaturan (Setting) > Konten dan Media.

Agar lebih menjaga kenyamanan pengguna, Bluesky juga memungkinkan pengguna memasang batasan pada fitur Trending Topic.

Baca juga: Bluesky Sudah Bisa Dicoba di Indonesia, Begini Tampilan Pesaing Twitter X

Misalnya kata-kata atau frasa yang tidak ingin dilihat dengan menambahkannya pada daftar kata "mute" di pengaturan aplikasi, sehingga tidak akan tampil di daftar topik terpopuler.

Ke depannya pihak Bluesky berkata akan terus mengembagkan fitur Trending Topic lebih lanjut agar lebih sempurna, dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Minggu (29/12/2024).

Kebanjiran pengguna baru

Bluesky, kebanjiran pengguna baru hingga jumlah total penggunanya tembus lebih dari 15 juta. 

Para pengguna baru datang setelah pemilik X (dahulu Twitter) Elon Musk, menegaskan kembali dukungannya kepada Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat terpilih, usai memenangkan pemilihan umum AS yang digelar pada 5 November 2024 lalu.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau