Baterai HP Cepat Habis? Ini 5 Aplikasi Diam-diam Paling Boros Daya

Kompas.com, 19 Juli 2025, 15:35 WIB
Soffya Ranti

Penulis

KOMPAS.com - Banyak pengguna ponsel pintar sering mengeluhkan baterai yang cepat habis, padahal merasa tidak terlalu sering menggunakannya. Tanpa disadari, ada beberapa aplikasi yang tetap bekerja di latar belakang meski tidak sedang dibuka.

Aktivitas diam-diam inilah yang membuat daya baterai cepat terkuras, karena aplikasi-aplikasi tersebut terus mengakses internet, memperbarui data, atau bahkan melacak lokasi sepanjang waktu.

Memang, aplikasi-aplikasi ini biasanya penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti komunikasi atau media sosial. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, konsumsi dayanya bisa sangat boros. 

Maka dari itu untuk membantu Anda lebih bijak dalam menghemat baterai, berikut ini adalah lima aplikasi yang dikenal paling banyak menyedot daya ponsel secara diam-diam.

Baca juga: Skype Tutup Selamanya Setelah 23 Tahun

Google Apps

Ilustrasi Google ImageKOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Ilustrasi Google Image

Aplikasi-aplikasi dari Google seperti Google Maps, Gmail, Chrome, YouTube, hingga Google Photos dikenal sebagai penyedot baterai terbesar. Penyebab utamanya adalah karena aplikasi-aplikasi ini aktif di latar belakang untuk menyinkronkan data, mengakses internet, bahkan melacak lokasi Anda. 

Google Maps misalnya, terus memantau posisi secara real-time selama Anda bernavigasi, yang sangat menguras daya baterai. YouTube pun termasuk, terutama ketika Anda streaming video berkualitas tinggi yang membutuhkan layar menyala lama dan koneksi data besar.

Facebook & Messenger

Ilustrasi aplikasi Facebook. Reuters Ilustrasi aplikasi Facebook.

Facebook termasuk aplikasi yang paling banyak menghabiskan daya ponsel karena fiturnya sangat beragam dan selalu aktif. Mulai dari feed, story, reels, marketplace, hingga notifikasi yang terus masuk, semua berjalan di latar belakang. 

Selain itu, Facebook juga sering menggunakan lokasi dan kamera, yang membuat baterai makin cepat turun. Messenger pun tidak kalah boros, karena mendukung banyak fitur seperti pesan suara, panggilan video, berbagi file, dan tetap tersinkron dengan akun Facebook Anda.

Instagram

Ilustrasi Instagram Freepik Ilustrasi Instagram

Instagram terkenal boros baterai karena kontennya yang berbasis gambar dan video, membuat layar menyala lebih lama. Ditambah lagi, aplikasi ini secara otomatis memuat konten baru di latar belakang supaya pengalaman scrolling tetap lancar. Penggunaan layanan lokasi untuk menampilkan konten yang relevan juga ikut mempercepat habisnya daya baterai, apalagi jika digunakan dalam waktu lama.

YouTube

Ilustrasi YouTube(androidcentral.com) Ilustrasi YouTube

YouTube adalah salah satu aplikasi yang paling rakus daya karena aktivitasnya murni berupa streaming video. Semakin tinggi resolusi video yang Anda tonton, semakin besar juga daya yang dibutuhkan. Apalagi kebiasaan menonton dalam waktu lama membuat layar menyala terus-menerus dan koneksi data bekerja keras. Aplikasi streaming lain seperti Netflix atau Disney+ juga punya efek serupa terhadap baterai.

Skype

Skype berhenti beroperasi setelah 23 tahun berdiri.Freepik/rawpixel Skype berhenti beroperasi setelah 23 tahun berdiri.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau