Roblox Batasi Konten Tanpa Rating, Anak Hanya Bisa Akses Konten Resmi

Kompas.com, 19 Agustus 2025, 19:03 WIB
Rayhan Fairuz SA,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Platform game Roblox memperketat kebijakan kontennya dengan meluncurkan serangkaian aturan baru untuk melindungi pengguna usia muda.

Langkah ini diambil setelah munculnya kekhawatiran orangtua serta sejumlah gugatan hukum terkait keamanan anak pengguna Roblox yang masih di bawah umur.

Salah satu gugatan datang dari Jaksa Agung Negara Bagian Louisiana Amerika Serikat, Liz Murril, yang menyoroti lemahnya sistem perlindungan anak di platform tersebut.

Merespons gugatan itu, Roblox mengumumkan kebijakan baru yang akan diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Batasi konten tanpa rating 

Dalam aturan baru, Roblox akan membatasi akses terhadap konten yang belum mendapat rating usia resmi.

Baca juga: Roblox Temui Menkomdigi, Ini yang Dibahas

Jika sebelumnya pengguna berusia 13 tahun ke atas bisa mengaksesnya, kini hanya pengembang dan mitra resmi yang diizinkan membuka konten semacam itu.

Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah anak-anak terpapar konten tidak pantas tanpa pengawasan.

Ruang tertutup dan lokasi dewasa diawasi ketat

Aturan lebih tegas juga diberlakukan untuk konten yang menampilkan ruang pribadi, seperti kamar tidur dan kamar mandi.

Mulai sekarang, konten tersebut hanya dapat dimainkan oleh pengguna berusia minimal 17 tahun yang sudah melakukan verifikasi identitas. Hal serupa juga diterapkan pada game dengan latar khusus dewasa, seperti bar atau klub malam virtual.

"Upaya ini penting agar pengguna muda tetap terlindungi dari potensi interaksi yang tidak sesuai," tulis Roblox dalam keterangannya, dikutip KompasTekno dari Engadget, Selasa (19/8/2025).

Selain itu, Roblox juga memperkenalkan sistem otomatis yang dapat mendeteksi aktivitas melanggar aturan atau menampilkan konten tidak pantas. Server yang tercatat sering melakukan pelanggaran akan ditutup sementara hingga pengembang melakukan perbaikan.

Roblox menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keamanan penggunanya, terutama anak dan remaja.

"Kami selalu memperbarui sistem moderasi kami untuk mencegah perilaku berbahaya dan eksploitasi," kata pihak Roblox.

Roblox juga memastikan akan memperketat moderasi dan sistem keamanan. Roblox juga tengah mendapat sorotan di Indonesia. 

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta Roblox mengikuti aturan perlindungan anak di Indonesia. 

Baca juga: Menkomdigi Sebut Pemblokiran Roblox Masih Dikaji

Permintaan ini disampaikan Meutya saat menerima perwakilan Roblox Asia Pacific di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2025) pekan lalu.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah perlindungan anak di platform game tersebut, yang belakangan menuai sorotan publik.

"Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini," kata Meutya dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Menurut Meutya, sejumlah orang tua dan pendidik mengkhawatirkan paparan konten maupun interaksi yang tidak layak di Roblox. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahkan sempat mengimbau siswa untuk tidak memainkan game tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau