Tahun Depan, Game di Indonesia Wajib Cantumkan Klasifikasi Usia

Kompas.com, 11 Oktober 2025, 07:30 WIB
Yudha Pratomo,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mewajibkan seluruh game yang beredar di Indonesia mencantumkan klasifikasi usia pemain, seperti 7+, 13+, atau 18+, mulai Januari 2026. Aturan ini menjadi bagian dari penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) yang diumumkan di ajang IGDX 2025 di Bali.
  • Komdigi akan menaikkan rating atau bahkan men-take down game tersebut. Kebijakan ini berlaku untuk semua platform, termasuk game luar negeri yang beredar di Indonesia.
  • Komdigi menekankan aturan ini untuk melindungi anak-anak dari konten kekerasan dan kata-kata tidak pantas dalam game. Pemerintah juga mengimbau orang tua agar tidak membantu anak mengakses game dewasa, misalnya dengan meminjamkan KTP.

BALI, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mewajibkan seluruh game yang beredar di Indonesia mencantumkan klasifikasi usia mulai tahun depan.

Aturan ini menjadi bagian dari penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS), sistem penilaian usia yang resmi diumumkan pada ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Bali. 

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan bahwa sistem ini bertujuan melindungi anak-anak dari konten game yang tidak sesuai dengan umur mereka.

"Game itu tidak semuanya bisa dimainkan oleh semua umur. Ada game yang memang hanya cocok untuk kalangan usia tertentu, misalnya karena mengandung unsur kekerasan atau kata-kata yang tidak pantas," kata Edwin saat ditemui di sela-sela IGDX 2025, Jumat (10/10/2025).

Indonesia akhirnya memiliki sistem rating game sendiri bernama IGRS. Dengan hadirnya sistem ini, semua game yang diedarkan di Tanah Air wajib mencantumkan klasifikasi usia yang diverifikasi Kementerian Komdigi. Kehadiran IGRS ini dikonfirmasi Komdigi dalam ajang IGDX di Bali, Jumat (10/10/2025). KOMPAS.com/YUDHA PRATOMO Indonesia akhirnya memiliki sistem rating game sendiri bernama IGRS. Dengan hadirnya sistem ini, semua game yang diedarkan di Tanah Air wajib mencantumkan klasifikasi usia yang diverifikasi Kementerian Komdigi. Kehadiran IGRS ini dikonfirmasi Komdigi dalam ajang IGDX di Bali, Jumat (10/10/2025).

Baca juga: Jelang IGDX 2025 di Bali, Suasana Pesta Game Sudah Terasa Sejak Bandara

Menurut Edwin, mulai Januari 2026, setiap game yang diedarkan di Indonesia wajib mencantumkan klasifikasi usia pemain, seperti 7+, 13+, atau 18+.

Proses pencantuman klasifikasi ini dimulai dengan self-assessment oleh pengembang game, yang kemudian akan diverifikasi oleh Komdigi.

"Developer wajib menilai sendiri untuk usia berapa game itu cocok dimainkan, lalu kami akan lakukan pengecekan rutin untuk memastikan kesesuaiannya," kata Edwin.

Jika ditemukan pelanggaran, seperti pengembang yang memberikan rating tidak sesuai dengan isi game, Komdigi akan langsung mengambil tindakan.

"Kalau ada yang ketahuan menyalahi aturan, kita akan naikkan rating-nya atau bahkan take down gamenya," tegas Edwin.

Aturan ini berlaku untuk semua game di semua platform, termasuk game buatan luar negeri yang dipasarkan di Indonesia.

"Selama game itu dimainkan oleh anak-anak Indonesia, maka wajib mengikuti aturan ini," katanya.

Baca juga: Garena Bawa Game Buatan Mahasiswa ITB dan Developer Lokal ke IGDX 2025

Selain menekankan tanggung jawab pengembang game, Edwin juga mengingatkan peran orang tua agar tidak membantu anak-anak mengakses game yang tidak sesuai usia.

"Jangan sampai orang tua meminjamkan KTP-nya untuk mendaftarkan akun game anak di bawah umur. Kita ingin bersama-sama melindungi anak-anak Indonesia," imbuh Edwin.

Peluncuran Indonesia Game Rating System menjadi salah satu agenda utama IGDX 2025, yang juga mempertemukan lebih dari 30 studio game lokal dengan investor regional dan global melalui sesi business matchmaking.

Acara ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan industri game di Indonesia.

Edwin berharap, dengan adanya regulasi baru ini, pertumbuhan industri game nasional bisa tetap sejalan dengan perlindungan terhadap karakter dan perkembangan anak-anak.

"Harapannya, industri game tetap tumbuh sehat, tapi tidak mengganggu pertumbuhan karakter anak-anak Indonesia," pungkas Edwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau