Ringkasan berita:
KOMPAS.com - Layanan pesan instan WhatsApp menjadi salah satu sarana untuk melakukan penipuan (scam) oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Biasanya, penipu mengirimkan pesan yang disertai dengan tautan (link) berbahaya, dengan harapan korban mengeklik link tersebut.
Nah, baru-baru ini, saya mendapatkan sebuah pesan WhatsApp dari akun ChatGPT. Pesan tersebut berisi peringatan bahwa ChatGPT sudah tak bisa digunakan lagi di WhatsApp per tanggal 15 Januari 2026 mendatang.
Baca juga: 3 Fitur Baru Grup WhatsApp, Satunya Bisa Tambah Nama Julukan, Menarik Dicoba
Di pesan yang sama, ChatGPT juga menyertakan link untuk mengunduh aplikasi chatbot buatan OpenAI tersebut. Lantas, apakah pesan ini yang saya terima ini asli atau palsu? Apakah tautan yang diberikan aman untuk diklik?
Berdasarkan penelusuran saya, pesan tersebut memang benar dikirim oleh akun resmi ChatGPT.
Ilustrasi akun WhatsApp ChatGPT yang mengirim pesan disertai dengan link download.Pasalnya, akun tersebut, yang berjenis "Business Account" dan sudah terverifikasi (centang biru), memiliki nomor telepon +1(800)242-8478. Nomor ini tertera di laman bantuan ChatGPT yang bisa dilihat di tautan berikut ini.
Untuk link download, sekilas memang terlihat asli lantaran memiliki domain chatgpt.com. Namun agar lebih pasti, kami menggunakan salah satu pengecek tautan berbahaya gratis yang ada di internet, yaitu buatan Bitdefender.
Di sana, Bitdefender menyebut bahwa tautan yang dikirimkan ChatGPT itu aman untuk dikunjungi.
Baca juga: Tak Ingin Chat WhatsApp di Notifikasi Dilihat Orang Lain? Aktifkan Fitur Ini
Ketika diklik, tautan ini akan mengarah ke laman ChatGPT di toko aplikasi Android di Google Play Store. Ada kemungkinan pengguna akan diarahkan ke toko aplikasi Apple App Store apabila mengakses tautan tersebut dari iPhone (iOS).
Perlu dicatat, pesan dari ChatGPT ini kemungkinan akan diterima oleh pengguna yang pernah memakai layanan chatbot OpenAI di WhatsApp saja. Sehingga, tak semua pengguna WhatsApp akan dapat pesan tersebut.
Ilustrasi ChatGPT di WhatsAppSeperti diwartakan sebelumnya, ChatGPT memang akan "ditendang" dan tidak lagi bisa diakses melalui WhatsApp mulai 15 Januari 2026 mendatang, seiring kebijakan baru yang diterapkan oleh Meta, induk perusahaan WhatsApp.
Meta memutuskan melarang chatbot kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga menggunakan sistem WhatsApp Business API untuk menjalankan layanan AI mereka.
Kebijakan ini membuat sejumlah chatbot AI populer, seperti ChatGPT (OpenAI), Copilot (Microsoft), dan Perplexity, otomatis didepak dari WhatsApp.