Saya Dapat Pesan ChatGPT Pamitan dari WhatsApp Disertai Link, Asli atau Penipuan?

Kompas.com, 9 Januari 2026, 19:03 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Ringkasan berita:

  • WhatsApp sempat menjadi medium penyebaran pesan yang mengklaim ChatGPT tak lagi bisa digunakan di WhatsApp mulai 15 Januari 2026, lengkap dengan tautan unduhan aplikasi.
  • Hasil penelusuran KompasTekno menunjukkan pesan tersebut benar berasal dari akun resmi ChatGPT yang terverifikasi, dan tautan yang dibagikan aman serta mengarah ke toko aplikasi resmi.
  • Penghentian layanan ini terjadi karena kebijakan baru Meta yang melarang chatbot AI pihak ketiga beroperasi di WhatsApp, sehingga ChatGPT dan AI lain harus angkat kaki.

KOMPAS.com - Layanan pesan instan WhatsApp menjadi salah satu sarana untuk melakukan penipuan (scam) oleh pihak yang tak bertanggung jawab. 

Biasanya, penipu mengirimkan pesan yang disertai dengan tautan (link) berbahaya, dengan harapan korban mengeklik link tersebut.

Nah, baru-baru ini, saya mendapatkan sebuah pesan WhatsApp dari akun ChatGPT. Pesan tersebut berisi peringatan bahwa ChatGPT sudah tak bisa digunakan lagi di WhatsApp per tanggal 15 Januari 2026 mendatang.

Baca juga: 3 Fitur Baru Grup WhatsApp, Satunya Bisa Tambah Nama Julukan, Menarik Dicoba

Di pesan yang sama, ChatGPT juga menyertakan link untuk mengunduh aplikasi chatbot buatan OpenAI tersebut. Lantas, apakah pesan ini yang saya terima ini asli atau palsu? Apakah tautan yang diberikan aman untuk diklik?

Penelusuran

Berdasarkan penelusuran saya, pesan tersebut memang benar dikirim oleh akun resmi ChatGPT. 

Ilustrasi akun WhatsApp ChatGPT yang mengirim pesan disertai dengan link download.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi akun WhatsApp ChatGPT yang mengirim pesan disertai dengan link download.

Pasalnya, akun tersebut, yang berjenis "Business Account" dan sudah terverifikasi (centang biru), memiliki nomor telepon +1(800)242-8478. Nomor ini tertera di laman bantuan ChatGPT yang bisa dilihat di tautan berikut ini.

Untuk link download, sekilas memang terlihat asli lantaran memiliki domain chatgpt.com. Namun agar lebih pasti, kami menggunakan salah satu pengecek tautan berbahaya gratis yang ada di internet, yaitu buatan Bitdefender

Di sana, Bitdefender menyebut bahwa tautan yang dikirimkan ChatGPT itu aman untuk dikunjungi. 

Baca juga: Tak Ingin Chat WhatsApp di Notifikasi Dilihat Orang Lain? Aktifkan Fitur Ini

Ketika diklik, tautan ini akan mengarah ke laman ChatGPT di toko aplikasi Android di Google Play Store. Ada kemungkinan pengguna akan diarahkan ke toko aplikasi Apple App Store apabila mengakses tautan tersebut dari iPhone (iOS). 

Perlu dicatat, pesan dari ChatGPT ini kemungkinan akan diterima oleh pengguna yang pernah memakai layanan chatbot OpenAI di WhatsApp saja. Sehingga, tak semua pengguna WhatsApp akan dapat pesan tersebut. 

ChatGPT "ditendang" dari WhatsApp

Ilustrasi ChatGPT di WhatsAppOpenAI Ilustrasi ChatGPT di WhatsApp

Seperti diwartakan sebelumnya, ChatGPT memang akan "ditendang" dan tidak lagi bisa diakses melalui WhatsApp mulai 15 Januari 2026 mendatang, seiring kebijakan baru yang diterapkan oleh Meta, induk perusahaan WhatsApp.

Meta memutuskan melarang chatbot kecerdasan buatan (AI) pihak ketiga menggunakan sistem WhatsApp Business API untuk menjalankan layanan AI mereka.

Kebijakan ini membuat sejumlah chatbot AI populer, seperti ChatGPT (OpenAI), Copilot (Microsoft), dan Perplexity, otomatis didepak dari WhatsApp.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau