Ambisi Baru Elon Musk, Isyaratkan Proyek Besar di Bulan

Kompas.com, Diperbarui 16/02/2026, 08:32 WIB
Marsha Bremanda,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – CEO Elon Musk kembali mengisyaratkan ambisi besar di luar angkasa. Dalam rapat staf perusahaan kecerdasan buatan xAI, Musk disebut ingin membangun fasilitas produksi satelit AI di Bulan.

Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh The New York Times. Dalam rapat itu, Musk juga menyampaikan gagasan membangun "ketapel" raksasa atau sistem peluncur elektromagnetik untuk mengirim satelit-satelit AI ke orbit dari permukaan Bulan.

Gagasan memindahkan infrastruktur teknologi ke luar angkasa bukan hal baru bagi Musk.

Setelah penggabungan xAI dan SpaceX, ia menyatakan bahwa kebutuhan daya untuk pengembangan AI semakin besar dan sulit dipenuhi hanya dari pusat data di Bumi.

Baca juga: Rumor HP Starlink Terjawab, Elon Musk: Kami Tidak Bikin Ponsel

Menurut Musk, pusat data AI saat ini membutuhkan pasokan listrik dan sistem pendinginan dalam skala sangat besar.

Ia menilai, permintaan listrik global untuk AI tidak akan mampu dipenuhi dalam jangka panjang tanpa menimbulkan tekanan pada masyarakat dan lingkungan.

Dalam sebuah podcast, Musk bahkan pernah menyebut ruang angkasa sebagai lokasi termurah untuk menempatkan sistem AI dalam waktu 36 bulan atau kurang.

Konsep yang diusulkan mencakup pembangunan pabrik satelit AI di Bulan, lengkap dengan sistem peluncur elektromagnetik yang sering disebut sebagai "mass driver".

Sistem ini dirancang untuk melontarkan satelit ke luar angkasa dengan memanfaatkan gravitasi Bulan yang lebih rendah dibandingkan Bumi.

Musk disebut meyakini bahwa sistem AI masa depan akan membutuhkan kapasitas komputasi yang jauh lebih besar daripada saat ini. Karena itu, ia menilai Bumi saja mungkin tidak cukup untuk menopang kebutuhan tersebut.

Baca juga: Tak Puas Cuma buat Internet, Elon Musk Ingin Terbangkan 1 Juta Satelit untuk AI

Sejumlah pihak menilai rencana ini sebagai inovasi berani. Bulan dinilai memiliki beberapa keunggulan, seperti gravitasi rendah yang mempermudah peluncuran, tidak adanya atmosfer yang mengurangi hambatan cuaca, serta paparan energi matahari yang melimpah.

Selain itu, lingkungan luar angkasa yang lebih dingin dinilai dapat membantu proses pendinginan sistem komputasi berskala besar. Risiko bencana alam juga jauh lebih kecil dibandingkan di Bumi.

Namun, belum ada jadwal atau peta jalan pembangunan yang diumumkan secara resmi, dirangkum KompasTekno dari Gizmochina.

Di sisi lain, xAI yang berdiri pada 2023 dan dikenal lewat chatbot Grok disebut tengah menghadapi perubahan internal. SpaceX juga dilaporkan mempersiapkan kemungkinan IPO. Pihak xAI sendiri belum tanggapan resmi terkait laporan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau