Harga RAM Dunia Naik, Vendor China Malah Jual Separuh Harga

Kompas.com, Diperbarui 16/02/2026, 11:46 WIB
Reska K. Nistanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Krisis memori global yang terjadi sejak tahun lalu membuat harga Random Access Memory (RAM) melonjak tajam.

Di tengah kelangkaan pasokan dan kenaikan harga tersebut, produsen memori asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), justru menawarkan produk dengan harga jauh lebih murah dari pasar global.

Berdasarkan pantauan pasar, CXMT menjual modul DDR4 ECC 32 GB seharga sekitar 138 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 juta. Harga ini sekitar setengah dari harga rata-rata global untuk modul serupa yang saat ini masih berada di kisaran 300 dollar AS hingga 400 dollar AS atau lebih.

Langkah CXMT ini kontras dengan tren pasar memori dunia yang sedang mengalami kenaikan harga akibat pasokan terbatas dan tingginya permintaan.

Baca juga: HP Tipis Pesaing iPhone Air Ini Batal Meluncur, Imbas Memori Mahal

Masih kalah teknologi

Meski agresif dari sisi harga, CXMT masih menghadapi tantangan dalam hal teknologi dan daya saing global. Produk DRAM perusahaan tersebut dinilai belum mampu menandingi kualitas dari produsen besar seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

Perbedaannya terlihat pada aspek konsumsi daya dan desain fisik produk. Selain itu, harga murah yang ditawarkan CXMT saat ini tercatat hanya berlaku di pasar domestik China dan belum mencerminkan kondisi harga di pasar internasional.

Sejumlah analis menilai pasar memori global berpotensi tetap terfragmentasi, dengan perbedaan harga antara China dan negara lain. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan industri, permintaan lokal, serta hambatan regulasi.

CXMT merupakan salah satu pemain DRAM yang tumbuh pesat di China sejak memulai produksi massal beberapa tahun lalu.

Pada 2025, pangsa pasar global perusahaan ini diperkirakan telah mencapai sekitar 4 persen hingga 5 persen setelah melakukan ekspansi kapasitas produksi.

Perusahaan juga disebut tengah menyiapkan pengembangan teknologi generasi berikutnya, termasuk memori High-Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan server dan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: Micron Bantah Tinggalkan Konsumen, Luruskan Isu Kelangkaan Memori Global

Namun, ekspansi tersebut tidak lepas dari tantangan geopolitik. Laporan Reuters menyebut analis Citi memperkirakan meski CXMT berencana menggandakan produksi DDR5 tahun depan, perusahaan menghadapi hambatan akibat pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.

Pemerintah AS telah membatasi akses China terhadap peralatan dan teknologi canggih untuk produksi semikonduktor.

Bahkan, AS dilaporkan mempertimbangkan memasukkan CXMT ke dalam daftar "Entity List" yang lebih ketat, yang dapat memperberat pembatasan terhadap perusahaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau