KOMPAS.com – Nilai saham dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat, IBM (International Business Machines), anjlok pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026) waktu AS.
Berdasarkan data pasar, harga saham IBM ditutup turun sekitar 13 persen ke level 222 dollar AS per lembar. Padahal, saat pembukaan perdagangan pada hari yang sama, saham perusahaan yang dipimpin Arvind Krishna itu masih berada di kisaran 254 dollar AS per lembar.
Penurunan drastis ini bukan hanya menghapus puluhan miliar dolar dari valuasi pasar IBM. Jika tren ini berlanjut, IBM bersiap mencatatkan rekor kinerja bulanan terburuknya dalam 34 tahun terakhir.
Penurunan tajam ini juga membuat IBM menjadi salah satu saham dengan kinerja terburuk di indeks S&P 500 pada hari tersebut.
Sejak awal Februari 2026, nilai saham IBM juga telah merosot hampir 27 persen. Sejumlah laporan menyebut penurunan ini sebagai salah satu pelemahan bulanan terburuk IBM dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Baca juga: Canggungnya Bos OpenAI dan Anthropic di Atas Panggung Forum AI, Ogah Gandengan
Menurut laporan MarketWatch, tekanan terhadap saham IBM dipicu kekhawatiran pasar terhadap terobosan kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan AI Anthropic.
Perusahaan tersebut meluncurkan model AI terbaru bernama Claude Code, yang diklaim mampu mengotomatisasi proses modernisasi sistem berbasis Cobol (Common Business-Oriented Language).
Cobol merupakan bahasa pemrograman yang pertama kali diperkenalkan pada 1960 dan hingga kini masih menjadi tulang punggung berbagai sistem penting, terutama di sektor perbankan, asuransi, transportasi, hingga pemerintahan.
Selama ini, proses modernisasi sistem Cobol dikenal kompleks, mahal, dan memakan waktu lama.
Di sinilah IBM meraup keuntungan besar, baik melalui layanan konsultasi maupun bisnis infrastruktur mainframe seperti IBM Z, yang menopang sistem berbasis Cobol di berbagai institusi besar.
Bersamaan dengan peluncuran Claude Opus 4.5, Anthropic juga menggulirkan sejumlah pembaruan pada aplikasi Claude, Claude Developer Platform, dan Claude Code.Anthropic mengeklaim Claude Code mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem Cobol.
Di antaranys seperti memetakan dependensi ribuan baris kode, mengidentifikasi risiko yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi tim manusia, hingga mempercepat proses modernisasi dari hitungan tahun menjadi hanya beberapa kuartal.
Jika klaim tersebut terbukti efektif dan diadopsi luas, kebutuhan terhadap layanan konsultasi dan migrasi sistem tradisional bisa berkurang drastis.
Kondisi ini berpotensi menekan model bisnis IBM yang selama ini kuat di layanan modernisasi sistem lawas (legacy), termasuk bisnis mainframe IBM Z.